Monday, March 02, 2015

Bersabar menunggu..

Saya beranikan untuk menulis ini. Sebenarnya karena hal ini tabu atau topik yang paling dihindari dalam pembahasan saya. Setelah menikah pada tahun 2010 bulan oktober, tanggal 24. Sekarang ini bulan maret 2015. Masih inget banget kejadian itu berlangsung indah, itulah moment terindah dalam hidup saya dan bagi setiap orang yang pernah mengalaminya. Waktu itu pernikahan terjadi antara saya dan istri bertempat di depan rumah mempelai wanita, sukoharjo.

"Siapa yang enggak seneng bisa nikah?" ujarku waktu itu. "Ini momen terbesar dalam hidupku, aku bersyukur sekali" ujarku pula. Enggak kebayang saya dari keluarga ya biasa-biasa saja dengan bermodal pekerjaan sekelas outsourching di sebuah perusahaan telekomunikasi waktu itu.

Masih juga saya juga terkenang-kenang saat memikirkan hal itu. Disaat temen-temen lain waktu itu juga belum semua menikah. Seperti kebanyakan orang, setelah acara pernikahan masih rajin mampang foto di media sosial waktu itu, entah waktu itu emang masih narsis beda dengan sekarang. Sekarang gak pede. Namun terus terang saya pun masih takjub waktu itu bisa terselenggara dengan lancar, entah kalau saat itu saya enggak nikah, gak kebayang sekarang jadi apa.

Cover nikahan saya yang dulu
sering saya pajang di sosmed

Namanya nikah ibaratnya kapal baru mulai berangkat berlayar. Intinya kehidupan yang sebenernya diriku adalah baru mulai saat nikah. Memang keadaan berubah lebih menyenangkan, punya saudara baru karena menghubungkan silaturahmi antar dua keluarga.

Apa artinya pernikahan bagi saya
Menurut pandangan saya, tiap pasangan yang nikah memiliki kehidupan yang beda-beda pula. Ada yang setelah nikah seakan kehidupannya tambah merana ada pula yang setelah menikah kehidupannya senang-senang terus. Entah apa itu pilihan hidup yang jelas tujuan menikah untuk menyempurnakan ibadah menurut agama yang saya anut. Ada yang setelah nikah memiliki rumah sendiri, ada yang ikut ortu atau mertua, ada juga yang setelah menikah malah LDR, namun tiap pasangan punya rencana sendiri-sendiri yang merupakan usaha untuk mencapai kebahagiaan.

Namun ternyata omongan orang itu sangat berpengaruh dalam kehidupan. Ini klasik ya, semacam "kapan lulus kuliah?", "kapan nikah?", "sudah punya anak belom", "punya anak berapa?", "kerja dimana sekarang?", pertanyaan-pertanyaan yang mudah terucap namun susah dijawab bagi yang sedang mangalaminya secara tidak mulus. Sedangkan hidup itu seperti jalan, kadang gak selamanya mulus terus.




Belum dikaruniai anak
Ternyata nasib yang diberikan Alloh SWT kepada saya setelah menikah adalah belum diberikan keturunan sampai sekarang, kalau dihitung-hitung dari tahun nya udah 5 tahun (2010 sd 2015), tapi sebenernya belum ada 5 tahun karena belum bulan Oktober. Nasib seperti ini sudah saya khawatirkan sejak saya belum nikah, kekhawatiran seseorang manusia apabila tidak dikaruniai seorang anakpun. Nasib pasangan itu rasanya menyedihkan lebih dari pasangan yang miskin tapi masih punya anak.

Sejak setelah menikah dulu, istri saya sudah langsung hamil. Kata orang wah "ces pleng", alhamdulillah. Namun kehamilannya yang pertama gagal karena keguguran. Usianya cuma 11 minggu, belum lewat tri semester pertama. Sekarang ini kalau denger pasangan yang "ces pleng", teringat kejadian tempo dulu, saya agak sedih. Kebahagiaan yang tertutup kesedihan.

Tidak tinggal diam, dokter menyarankan untuk test TORCH, setelah mengetahui hasil test dokter mengatakan aman untuk hamil kembali setelah 2 kali menstruasi. Saya juga lega, akhirnya istri saya setelah 6 bulan sudah isi lagi. Saya berpikir karena kadang kehamilan juga bisa gagal, semoga kehamilan kedua istri saya normal.

Sayangnya setelah berjalan kehamilan yang sama 11 minggu, istri saya kembali ngeflek, dan keguguran. Hati ini rasanya seperti disayat. Sedih berulang, istri saya seperti tidak punya harapan hidup. Dua kali hamil dan gagal, operasi kuret yang kedua kalinya ini juga seakan membuat istri saya cape banget.

Saya juga ga ngerti kenapa Alloh belum ngasih saya keturunan sampai saat ini, bahkan setelah kehamilan yang kedua waktu itu sekarang ini udah lama istriku tidak kunjung isi lagi. Mungkin kami berdua juga masih shock.

Shock dan stress juga mempengaruhi kehamilan, banyak juga yang bilang kalau kandungan istri saya lemah. Padahal kalau saya logika bisa saja kualitas sperma saya yang kurang mumpuni. Mengingat kerja saya adalah shift dan sebagian besar malam. Saya juga sempat berfikir apa kerjaan saya yang salah karena bisa dihitung intensitas saya bertemu istri walaupun satu rumah. Saat saya pulang kerja, istri saya pergi untuk bekerja, saat bertemu adalah saat untuk tidur saja.

Kalau kerja shift adalah hambatan, mengapa teman-teman kantor yang sama berkerja shift mudah mendapatkan keturunan?, saya juga gak habis pikir apakah mungkin mereka bekerja shift seperti ini baru beberapa tahun, sedangkan saya sudah shift malam sejak tahun 2007?. Emang bekerja shift malam itu sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan.

Saya beritahu nasib pasangan yang sudah lama belum dikaruniai keturunan, biasanya karena dua hal,

Yang pertama karena dari awal belum pernah hamil, yang kedua karena sering keguguran. Kedua-duanya tidak ada yang mending, semuanya bukan pilihan yang menyenangkan. Alangkah bahagianya kalau setelah menikah mereka langsung diberi keturunan dengan lancar, dan terkadang hal itu bukan termasuk nikmat yang mereka  syukuri.

Bersyukurnya belum punya keturunan setelah lama menikah itu banyak dinasehati sama orang-orang, kadang-kadang bagus buat introspeksi diri. Walau kadang nasihat itu gak rekomended, bahkan nasehat itu berubah jadi ejekan atau ternyata sekedar buat bahan cemoohan. Terkadang bentuk omongan orang secara tidak sadar akan menyinggung seseorang lain namun yang bersangkutan gak menyadarinya, itu biasa.

Belum punya keturnan lama setelah nikah, bagi pria rasanya enggak jantan banget, malah lebih parah jika dibanding status jomblo atau gak laku. Ini sudah dinikahin, koq ga ada buktinya, bisa aja dianggap mandul, ga jantan, gak perkasa, ga ces pleng paling parah diragukan status gendernya karena belum ada pembuktian.

Belum punya keturunan lama setelah nikah bagi wanita akan lebih menyakitkan ketika si ibu-ibu muda berkumpul, kadang mengeluh kesahkan sulitnya atau beratnya hidup memiliki anak banyak, susu mahal, repot dan sebagainya. padahal mereka ga nyadar kalo terdengar sang istri yang belum diberikan keturunan akan menyakitkan.

Orang gak bakal merasakan apa yang dirasakan pasangan seperti ini. Pasangan yang nikah langsung dikaruniai anak, ga bakal mikir atau ngerasain rasanya nikah lima tahun belum dikaruniai anak.

Pasangan seperti saya belum dikaruniai anak selama lima tahun menikah mungkin ga pernah merasakan rasanya mereka-mereka yang sudah puluhan tahun belum dikaruniai anak.

Jalan mengadopsi anak juga bukan hal yang mudah bagi kami, saya belum punya rumah sendiri dan gak ingin merepotkan ortu.

Mempelai

Ya sudah saya juga gak mau ngeluh terus, yang penting saya pingin nutup lembaran-lembaran nasib-nasib yang lalu, membuka lembaran baru. Saya gak akan menengok terlalu ke belakang karena takut leher saya patah, yang penting masa lalu adalah bahan introspeksi, ga terlarut dalam kesedihan. Toh Alloh SWT itu memberikan kami nikmat dan rejeki yang banyak buat kita, semoga pada saatnya nanti semuanya akan indah seperti yang banyak orang bilang.

Saya akan anggap saya manusia baru, pasangan baru, usaha baru bersama pasangan-pasangan lain yang baru. Saya gak akan lelah berusaha dan mempertahankan kelurga yang hendak saya bentuk ini. Walau sekarang masih berdua saja. Ga ada kata terlambat, gak ada kata lama bagi saya yang sudah terbiasa mendapatkan sesuatu dengan berjuang. Saya akan pasrah, saya siap jika sudah waktunya diberi kepercayaan sama Alloh SWT dan saya gak akan pernah berhenti meminta pada Nya.

Wednesday, February 25, 2015

Nekat ke Taman Lele

Mengapa judulnya nekat ke Taman Lele?, soalnya udah banyak yang bilangin saya Taman Lele itu jelek. Gini nih kata mereka "heh nopo meh ning taman lele, elek ndes", adalagi teman saya yang satu lagi bilang "taman lele meh opo, meh mbojo?". Intinya temen saya tadi bilang taman lele itu jelek, dan satunya lagi bilang kalau taman lele itu buat mojok pacaran.

Bahkan gak cuma temen-temen saya di dunia nyata yang bilang taman lele itu ga ada apa-apanya. Berbagai blog di internet pun bilang kalau disana wisata yang kurang diperhatikan pemerintah. Kalau ga percaya googling gambar aja dengan keyword "taman lele semarang", semua gambar dijamin sepi, gak ada pengunjungnya.

Walau begitu, yang namanya tempat itu jeleknya seperti apapun, bagi saya sendiri belum pernah sedikitpun berkunjung ke tempat itu. Pernah ada temen saya yang dari magelang tanya tempat wisata taman lele itu mana, saya cuma bisa nunjuk ke arah barat. Digimana-gimanain juga belum pernah kesana. Ini sumber niat saya pengen nyambangi taman lele, karena belum pernah sedikitpun. Padahal tempat wisata yang jauh-jauh pun rela ditempuh.

Lucu lagi, salah seorang teman saya ketika ngobrol, ngakunya dia memasukkan taman lele ke dalam karya tulis skripsinya karena tema penelitiannya adalah tempat wisata. Tapi dia sendiri belum pernah menginjakkan kakinya di sana. Karena polosnya juga ketika dia ditanya dosen pembimbingnya, ngapain juga dia jujur kalau belum pernah kesana. Hahaha...

Seperti yang sudah-sudah saya putuskan untuk mengunjungi tempat wisata itu, yeah semangat. Singkirkan dulu kata-kata negatif di benak pikiran saya. Sebelum berangkat saya sudah melihat di peta untuk mencari denah lokasi taman lele. Oh ternyata dekat dan dipinggir jalan. Setelah mempersiapkan jaket dan helm serta mengajak istri tercinta, berangkatlah sore itu ke taman lele.
Arah taman lele tepatnya di sebelah barat kota semarang, jalan Semarang-Jakarta, setelah RS tugurejo, kiri jalan kalau dari kota. Malah hampir kelewatan. Agak kecewa sih karena lokasinya terlalu deket, tahu gitu gak usah pakai jaket. Hehe.

Dari jalan raya terlihat halaman luas dan gapura besar bertulis "Kampoeng Wisata". Nah inikah taman lele itu? Kesan pertama bagus juga, asri. 


Tampak depan

Okelah, hal pertama adalah masuk ke lokasi cari parkiran buat motor. Setelah tengak-tengok sana-sini, disalah-satu sudut halaman sebelah kanan ada motor-motor. Saya pikir ini adalah tempat parkirnya. Tapi kalau ini dibilang parkiran juga motornya terlalu sedikit. Apa gak ada pengunjungnya, sore-sore gini?.  Semakin saya bertanya-tanya.

Dihalaman terlihat beberapa kios penjual yang tutup. Hanya satu yang terlihat adalah penjual nasi padang. Oke mari lanjutkan, setelah saya mengikat helem dan jaket di motor, kami berdua berjalan masuk ke area kampung wisata. Disebelah kiri halaman ada tulisan "Hotel Kampoeng Wisata Taman Lele Semarang ooh ternyata ada penginapannya juga yah, nampaknya disetting lengkap oleh pengelola daerahnya.

Ada hotelnya

Kesan masuk pintu depan, rasanya emang seger banget, karena suasana semacam taman luas, pohon-pohon *pohon apa'an ga mudeng* yang menjulang tinggi, bernuansa hijau, dan banyak vegetasi serasa masuk ke hutan wisata. Disebelah kanan tampak adanya loket, menurut informasi di google, loket masuknya murah hanya 3000 per orang. Saya dekati loket bermaksud untuk membeli tiket masuk, dengan pede nya saya bilang "buat dua orang mas mbak",, namun *krik-krik* sepi ga ada jawaban. Agak mendekati kaca loket, saya arahkan pandangan agak lebih dalam, oh ternyata dalamnya ruangan kantor yang panjang, terlihat ibu-ibu pakai daster sedang menghadap berlawanan dengan saya. Saya panggil "buk, ibuk", sambari mengetuk-ketukkan batang kunci Revo saya di kaca, suaranya *tek tek tek tek*, cukup keras.

Nampaknya ibu-ibu itu juga ga dengar, malah metentengin tangan lagi ngomong sama orang lain. Saya malah jadi ragu apa emang bener ini ibunya si jaga loket, jangan-jangan emang bukan tugasnya jaga loket jadi cuek-cuek aja. Saya pikir berarti ini sudah mau tutup atau bebas masuk, karena udah sore. Karena sebel banget dicuekin, saya bablas aja melenggang ke dalam, sambil bilang ke istri saya "tiketnya ga bayar kali, ga ada orang".

Okelah saya masuk ke dalam kawasan Taman Lele, baru beberapa langkah dipanggil suara ibu-ibu, "mas-mas". Akupun noleh "eh iyaa buk, ada apa", belagak bloon. Ibunya bilang "tadi masnya yang ngetuk-mgetuk ya mas?".
"Oh iya bu,kenapa?" masih belagak bloon. Ibunya bilang, "bayar tiket dulu!". 

Kampret banget ternyata dia denger saya ketuk-ketuk tadi, kalau denger napa ga langsung respon?, parah banget kesan pertama pelayanan publik disini.
Setelah bayar loket 6000 untuk 2 orang, saya masuk dan mulai ingin menikmati pemandangan yang sejuk ini. Saya gambarin ya suasana disini, ketika masuk lokasi Taman Lele sepi banget, malah ketemu anjing mengenaskan entah piaraan siapa disana, dia ramah menyapa saya sebagai tamu. 

Saya pun menanggapi sapaan anjing lusuh itu, "halo anjing, kamu lagi apa di pojokan?", setelah saya tanya gitu kok malah perilakunya jadi aneh. Moncongnya ini malah diarahkan ke bagian bokongnya sambil sesekali lihat wajah saya, matanya memelas, bunyinya "nguik-nguik". Beberapa kali gitu, seakan kalau misal dia manusia dia mau nunjuk pakai tangan di bagian bokongnya, tepatnya kemaluannya. Hei, kayanya aneh banget ni anjing. Gusar banget dia. Saya berpikir apa ada sesuatu di anunya si guk-guk ini, apa dia sakit. Nampaknya dia baik-baik saja, terus napa yah, oohh aku tau, sepertinya kalau kucing saya begini dulu dia minta kawin atau habis lihat kucing cewek. Yah kesimpulan saya ni anjing minta dikawinkan, atau mau minta kawin sama saya. ±}§×÷π{]℅℅Δ arrgh.

Selanjutnya, niat saya adalah berjalan ke semua sisi lokasi taman lele ini. Saya lihat ada jalan memanjang lurus kedepan dan dikanan-kirinya taman berumput hijau. Didepan menghadang pohon-pohon tinggi nan sejuk. Dikiri jalan saya lihat ada semacam kolam luas, seperti kolam pancing. Iya ini mungkin isinya lele kali. Disudut-sudut kolam terlihat dilengkapi gazebo untuk tempat duduk-duduk.


Kolam pancing


Saat itu ada beberapa orang pemuda sedang mancing dan kongko-kongko, mereka terlihat malah seperti dari kampung-kampung sebelah aja. Melihat jumlah mereka ga sama dengan motor yang ada diluar yang hanya sedikit, saya yakin mereka datang dengan berjalan kaki.

Kami berdua jalan malah yang jadi perhatian mereka, malah saya ngerasa orang asing. Kenapa ya dipikiran saya sepertinya mereka juga jarang ngelihat pengunjung, bener-bener deh parah.

Jalan berpaving nyaman

Disebelah kanan ada kurungan, wah ternyata ada satwanya juga, isinya burung kalkun kalau ga salah identifikasi, hehe. Kasihan juga kondisi kandangnya lagi-lagi mengenaskan. Hewan lainnya yang saya temukan lagi asik bergelantungan yaitu monyet satu ekor. Cuma itu, hedewh. Ga tau anjing yang tadi nyambangin saya itu termasuk kehitung satwa disitu enggak.

Oiya disitu ternyata juga tampak ada kolam renang, tapi kelas buat jeburan anak-anak, terlihat ada permainannya. Kalau kita teruskan jalan di rute itu sampai seperti sebuah taman yang ada ayunan dan semacamnya. Disana saya ngelihat ada pengunjung lain, ini yang membuat lega. Pengunjungnya muda-mudi gak jelas tujuan mereka hanya berduaan sepertinya. Bukan foto-foto.
Yang menarik perhatian saya adalah semacam pohon besar yang dibawahnya ada gua dan airnya, entah apa namanya mungkin ini mata air. Ada kok cerita di balik ini, sebentar ya saya browsingkan dulu. Hehe. Nah ini dah ketemu,

***Dikutip dari suaramerdeka.com, nama Taman Lele ternyata berkaitan dengan sejarah tempat itu. Konon sebutan Taman Lele muncul karena ada kolam yang dihuni beberapa ekor lele. Kolam yang ada di bawah pohon besar itu, bagi orang awam sepintas biasa-biasa saja. Namun bagi orang-orang yang punya daya linuwih, bisa melihat bahwa kolam itu dihuni pula oleh lele siluman. Kepalanya seperti lele-lele pada umumnya, tetapi tubuhnya hanya terdiri dari duri.

Air kolam itu berasal dari sebuah mata air yang persis berada di kaki bukit. Konon, dulu air dari tempat itu sering digunakan warga sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Bahkan, sawah yang dulu berada di sebelah utara jalan raya, juga mendapat aliran dari tempat tersebut.

Mata air itu dipercayai warga dihuni seorang siluman, bernama Sarinah. Oleh warga, nama itu kemudian biasa disebut Nyi Tuk Sari. Tuk adalah bahasa Jawa yang berarti sumber mata air.

Setiap kali akan punya hajatan mantu, warga sekitar taman selalu datang dan sambil membawa sesaji. Mereka percaya, jika hal itu tidak dilakukan, acara yang diadakan tidak akan berhasil.

Mata air tersebut memang dipercaya bisa mendatangkan berkah. Karena itulah, pada malam-malam tertentu, seperti Jumat Kliwon, banyak yang mencari berkah di tempat itu***

Nah setelah browsing dikit tentang taman lele, saya nerusin ke jalan setapak yang disediakan suasananya semakin diterusin semakin liar, agak menakutkan kalau saya bilang. Bahkan ketika mau diteruskan jalan berpaving yang tadinya buat jalan-jalan enak sekarang jadi tambah rusak dan malah berubah jadi jalan setapak. Ada jalan yang berbelok agak mendaki dengan anak tangga yang tak beraturan, bikin males aja, tampaknya ada lokasi diatas. Jelas gak ada yang menarik diatas sana, kecuali mau uji nyali pas malam-malam, cocok deh.

Masih dalam nuansa terbengong-bengong melihat jalan setapak yang menuju tempat antah berantah, saya pun memutuskan untuk menyerah, mengakhiri semua perjalanan dan keingintahuan saya. Yah emang apa yang bisa diharapin dengan uang 3000 jaman sekarang. Tiket murah, gini-gini doank, dapat hiburan bagus, ngimpi.

Sesaat setelah memutuskan untuk pulang, saya berdua disapa sama ibu-ibu yang berjalan ke arah kami. Dia menyapa "mas, naik sana ke atas, itu masih ada tempat diatas". Istri saya polosnya nanya "diatas ada pemandangan apa buk?"
Si ibunya jawab, "ya kayak gini ini tapi diatas" ibunya sambil jalan ke arah jalan setapak antah berantah.

Istriku nanya ke ibu-ibu itu "lha ibuk sekarang mau kemana?", si ibu menjawab sambil tertawa "saya mau pulang, itu rumah saya lewat situ bisa". Oh ternyata jalan itu tembus perkampungan belakang area taman lele. Bener dugaan saya pemuda-pemuda yang tadi banyak pada nongkrong dan mancing itu pasti asalnya dari jalan setapak ini, dari belakang, gak mungkinlah mereka dengan culunnya bayar lewat loket seperti saya dari depan.

Seraya sambil pergi ibunya dengan ramah nawarin duduk-duduk diwarungnya. Oh saya paham dia punya lapak disana, bahkan kata dia kalau siang tadi saya nyewakan tiker.

Oh saya jawab "oh terimakasih bu, gak usah" Sambil meninggalkan kami si ibuknya masih nyahut "dah naik aja disana mas, masih ada tempat diatas,, jangan disini!" agak ada nada penegasan.

Saya kurang faham perkataan ibuknya yang terakhir "jangan disini", saya masih belum paham karena pikiran saya selalu positip. Mungkin dia mau bilang jangan jalan-jalan sampai sini aja mas, diatas pemandangannya bagus.

Setelah si ibu nya ga nampak lagi, kata istri saya dia ngelihat pergerakan sesuatu di atas lokasi kami berdiri. Kalau saya sih karena mata cenderung burem karena minus. Sepertinya emang ada orang dikawasan atas kami berdiri, iyah bener ada orang berduaan mojok, ketutupan semacam plastik MMT. Ooh barusan saya maksud ibuknya tadi mungkin akan mbilangin saya yang belum pernah kesini mau pacaran, atau *mesum* itu jangan di sini, ini tengah jalan, iya jalan pulang rumah saya. Itu maksud ibunya tadi.

Hedeh belum lagi nemu apa bagusnya tempat ini malah udah nemuin yang jelek-jeleknya. Dengan niat yang lebih mantab saya pulang deh, ternyata emang bener kampung wisata ini buruk. Saya sudah buktikan sendiri. Sangat disayangkan, harusnya pemerintah setempat lebih mengurusi tempat-tempat yang berpotensi gini. Dengan langkah gontai saya pulang deh, yang penting udah pernah menginjakkan ke tempat ini dan cukup sekali. Harusnya pemerintah bikin-bikin event menarik disini, seperti kuliner durian, atau kumpul-kumpul pecinta satwa. Jangan dangdutan. 

Tuesday, February 24, 2015

Hutan Mangrove Morosari, Wisata yang Sedikit Ambigu

Hari Jumat siang, seperti biasa cukup panas bagiku di kota Semarang ini. Sejak kemarin udah pingin aja pergi ke suatu tempat yang enggak jauh, juga enggak cuman ngemall-mall aja. Akhirnya pilihan jatuh pada budidaya mangrove di morosari demak. Beberapa temen yang sudah pernah kesana sih, tapi saya baru sempet aja kesini.

Apa mangrove?
Tanaman ini sebenarnya sengaja ditanam di sabuk-sabuk pantai karena hubungannya dengan erosi. Lebih menariknya lagi banyak satwa-satwa seperti bangau yang menjadi habitat magrove itu. Entah apakah yang dimaksud mangrove itu sama dengan bakau.

Di mana letak tempat wisata ini?
Setelah nyari-nyari di berbagai blog dan map, ternyata lokasinya dekat banget di kelurahan Bedono, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Dari Simpang Lima kota Semarang terhitung 40 menit sampai ke lokasi dengan kecepatan rata-rata 50 km jam naik motor. Oiya lokasi ini lebih cocok jika naik motor saja karena walau dekat tapi jalannya yang jelek dan berlubang, jika ditempuh naik mobil akan memakan waktu yang lebih lama. Pas saya kesana naik Honda Revo dengan berbekal bensin 15 ribu pulang pergi.

Memang wisata ini masih belum terlalu banyak diminati oleh banyak orang, terlihat dari jumlah pengunjungnya yang masih tergolong tidak banyak. Tapi ada yang bikin sedikit ambigu dengan wisata ini. Pertamanya saya enggak tau yang namanya menariknya wisata mangrove ini uniknya dimana, menikmati sejenis pantai seperti pantai-pantai biasa, jalan-jalan di hutan mangrove atau naik perahu?

Karena enggak tahu ya udah langsung hajar aja, saya berangkat dengan istri saya naik motor jam 15.00. Berbekal info dari internet (yang ternyata ga berguna sama sekali), perjalanan menuju arah timur yaitu Sayung Demak, sore yang cukup macet karena jam pulang kerja, setelah melewati jembatan kembar,

Gapura kab demak

Tidak jauh dari sana ada masjid megah di kiri jalan yang ada jembatannya, disana ada gapura besar bertuliskan Pantai Morosari. Wah dekat dan mudah sekali petunjuknya, dengan melihat dari papan petunjuknya yang besar dan jelas seperti ini udah terlintas kalau wisata ini cukup dikenal dan dikelola baik oleh pemerintah kabupaten setempat. Amin.

Gapura Selamat datang

Sebelum lebih jauh masuk ke lokasi, saya beli dulu air minum sambil menanyakan ke penjualnya apakah pantai morosari itu masih jauh kiranya. Si mbaknya jawab 15 menit mas. Okeeh deh, mari lanjut, hari sudah semakin sore, kirain saya akan kesulitan untuk dapetin air minum kalau udah masuk ke tempat yang terpencil, ternyata saya salah sepanjang jalan banyak toko dan warung. Warga sekitar situ ternyata banyak yang beraktifitas jual beli dan warungan, ciri khas penduduk pantura.

Setelah seteguk teh pucuk harum mendinginkan tenggorokan yang gerah sejak tadi, saya mulai menikmati jalan yang mulai bergelombang. Ada jalan yang sudah dibeton halus, tapi ternyata saya kecewa karena lebih banyak jalan yang berbatu. Hehehe. Jalan berlubang ini mungkin akan menyulitkan jika anda menggunakan mobil sejenis sedan. Ga kebayang kalau saya bawa Timor tadi, bisa-bisa sampainya habis Isya, hehe. Terlihat Toyota Rush yang ground clearance nya tinggi, tampak kesulitan. Ini belum kalau kondisi hujan, bisa seperti nonton off road. Yah motor masih lebih merajai dijalanan. Kelihatan banget saya pengendara motor dari luar yang berhelm dan berjaket, apalagi berplat AD, semakin membedakan dengan warga sekitar yang berseliweran pakai topi kebalik dan ada juga yang pakai sarung.

Kanan kiri jalan tampak pemandangan air dan tanaman-tanaman semacam bakau atau mangrove. Kanan kiri jalan masih tetap banyak pemukiman. Jalanan masih sempit, mungkin akan kesulitan jika ada dua mobil yang bersimpangan, kudu sabar. Terlihat pengendara motor penduduk setempat yang sepertinya sudah ahli menghindari lubang-lubang jalan karena sudah terbiasa. Sepertinya mereka main merem aja naik motornya karena udah hapal lubang-lubang busuk itu.

Ada papan beginian, emang buat konsevasi mangrove

Setelah melalui jalan yang parahnya minta ampun ini, tiba di sebuah persimpangan jalan, dan terlihat jembatan yang cukup besar berwarna biru. Ini yang bikin sebal dan tidak bertanggung jawab, tadinya ada gapura besar petunjuk pantai, sekarang ini ada perempatan dan ga ada petunjuk barang sedikitpun. Iyah, brengsek banget ini pemerintah daerah busuk mana yang sengaja bikin tidak ada petunjuk jalan yang memperjelas tujuan wisata unggulan daerahnya sendiri. Bahkan sampai sejauh ini juga saya belum terbayang Morosari itu apa. Kadang pernah mikir arti morosari itu "moro = datang", "sari = teman saya", jadi artinya datang ke rumah Sari, Hedeweh..

Dah lah dari pada kaya orang bingung sendiri, mari pakai logika. Saya sendiri bingung logika saya ada di dengkul atau di leher. Logika saya mengatakan kalau ga ada petunjuk kanan atau kiri berarti ya masih terus aja. Tapi emang bener jalan semakin kecil dan menurun sepertinya udah mau sampai. Tapi ternyata masih cukup jauh juga sih perjalanan dan akhirnya tiba di sebuah tempat yang tampak berportal dan ada loketnya, disebelah loket nampak ada motor diparkir menandakan ada yang jaga. Nah akhirnya tibalah saya di suatu tujuan, ini lah pantai Morosari. Ohh ternyata benar, morosari adalah pantai, asiik.

Terlihat ada mas-mas bertopi yang jaga loket masuk, ciiit rem depan belakang masih berfungsi baik dan saya berhenti tepat didepan loket masnya jaga. Sambil tangan bersiap-siap meraih dompet, saya tanya "berapa mas?", si emas menjawab "2 orang 14ribu"

Oh, ternyata ada tulisannya 7000 per orang. Lalu saya tanya lagi "ini lokasi parkirnya mana mas" maksud hati biar dia agak jelasin dikit. Ternyata sesuai perkiraan saya mas nya jawabnya standar' "parkirannya bebas mas satu area ini".

Saya bingung, soalnya pas saya pingin ke pantai ini seperti di foto facebook pajangan kawan yang foto-foto di antara hutan mangrove, di semacam jembatan panjang. Kok saya gak lihat blas ada area panjang atau jembatan disini. Ya emang gak salah namanya pantai, saya hanya lihat pantai seperti biasa. Lokasi yang super sepi dan ga ada gairah wisata kalau saya bilang. Terlihat hanya beberapa pemuda pemudi datang dan nongkrong disebelah motornya dengan tujuan berduaan. Aduh saya jadi bingung.

Tanya si emas penjaga loket ini kayanya bukan hal yang banyak membantu, tapi bolehlah karena ga ada orang lain. Saya nanya "lo mas hutan bakaunya dimana?", lalu si mas loket jawab "kalau mau ke hutan bakau naik kapal mas dari sini".

Lalu istri saya nanya "berapa naik kapal mas", si mas loketnya jawab "naik kapal 100ribu", jawabnya sambil wajahnya ngadep laut, Entah ini tanda apa, pertama pikiran saya sepertinya udah lama gak pernah ada yang naik kapal beginian, dan yang kedua mungkin dia mikir gak mungkin saya minat atau bahkan dia ngira saya gak mampu buat naik kapal 100ribu. "perkiraan dia tepat"

Okelah saya muter dulu area di lokasi pantai, sambil cari-cari yang menarik. Saya lihat parkiran motor yang kosong melompong. Resto yang menjorok ke laut yang ga keurus, dan ada beberapa mainan sepeda air yang tampaknya lusuh lama ga digunakan. Hmm menarik nih, ternyata ga ada apa2 disini. Saya nyoba duduk di salah satu sisi area pantai tersebut, wah rasanya malah gak nyaman serasa mau mojok. Masa mojok? gini ga inget umur apa.

Pantai Morosari

Lalu saya memutuskan untuk mengorek info dari ibu-ibu yang sedang nyuapin anaknya yang sejak tadi saya perhatikan. Hampiri dan sapa "ibuk, kalau mau ke magrove itu lewat mana ya", saya kira ibunya akan ramah menjelaskan, ternyata sama saja dia menjawab "ke sana naik perahu mas, sewa perahu". Ah sama saja nih penjelasan ibunya, sama-sama gak bagus, apa mungkin karena raut wajah saya ini macam kertas ditekuk-tekuk. Lantas saya berniat keluar dari tempat yang ga ada soul nya itu, males. Sebelum keluar saya lewat loket dan dipaksa-paksain buat tanya lagi masnya walaupun ga mood banget deh, "eh mas, kalau mau ke hutan mangrove yang jalan aja itu liwat mana yah?" dengan lancar dia jawab "disana mas keluar ada jambatan tar kiri, terus sampingnya sini naik motor aja, karena masih jauh jalannya, itu arah makam". Buset kenapa dia tadi bilangnya naik perahu kalau mau ke mangrove. Jembatan itu kan yang tadi gak ada petunjuknya, sial.

Sialan juga, dia bilangnya kalau kita udah keluar dari situ, kalau misal dia bilang dari tadi mungkin gak mustahil saya bakalan gak jadi masuk ke pantai itu, apalagi bayar. Bukan maksud saya pelit, tapi saya merasa dibodoin. Emang gada yang salah sama wisata itu, saya aja yang goblog.

Oke, sesuai ancer-ancer yang dikasih masnya tadi ternyata yang harus kita cari adalah arah makam, bukan obyek wisata. Setelah sekali kesasar ke tempat yang tanahnya seperti lahan gambut dan beberapa kali menarik perhatian warga sekitar karena tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga arah yang benar, benar seperti yang diharapkan. Untung gak tenggelem ke lumpur hisap karena kesasar tadi.

Arah yang benar
Menuju ke arah makam ternyata ramai, di kanan-kiri jalan banyak toko kelontong, serasa ini wisata yang bener. Mobil hanya bisa sampai parkiran yang masih jauh dari lokasi yang dimaksud. Dan sudah banyak parkiran motor disana, namun sesuai arahan masnya tadi bisa kok naik motor sampai pol, sama seperti info di google, sampai nanti ada batas maksimal motor.

Jalan menuju makam

Ternyata seru juga karena saya harus mengendarai motor yang kanan kirinya laut, dengan jalan beton rusak-rusak dengan lebar 1,5 meter. Banyak juga pemuda-pemudi yang menikmati jalan tersebut dengan berjalan kaki. Sebenernya lebih santai jalan kaki walau masih jauh. Nah setelah melalui banyak rintangan dan uji keseimbangan motor, sampailah ke tempat parkir batas maksimal motor.

Taraa sampailah ternyata tempat ya dimaksudkan, yaitu tempat yang kanan kirinya ada hutan mangrove nya. Seger juga hawanya, sore-sore dan banyak sekali pengunjung di situ. Hawanya tambah seger karena banyaknya vegetasi disono. Parkirnya cuma 2000, murah. Motor di parkir di atas semacam bambu-bambu yang sengaja di bikin untuk parkiran, karena dibawahnya air. Sepertinya kanan kirinya emang laut, tapi ternyata enggak dalam. Yah ini sebenarnya kawasan yang dulunya pedesaan tapi terkena erosi, sehingga perlu campur tangan pemerintah untuk nanem mangrove ini di sabuk pantai, dari barat ke timur sepanjang pantura.

Sampai ke tempat yang dimaksud

Banyak banget satwa bangau yang terbang ke sono sini di antara pepohonan bakau. Menarik, suara berkoak burung bangau, hawa segar, pemandangan hijau seakan mengundang manusia untuk berpoto disana. Sangat beda dari perkotaan yang bising, beda dengan suasana pantai yang membosankan. Hanya saja angin pantai yang cukup besar waktu itu.

Satwa dilindungi

Banyak papan larangan di sekitar situ, seperti "dilarang pacaran", "dilarang bergandengan tangan". Aneh ya, padahal kan tergantung pada niat, menurutku bergandeng tangan kan hak asasi, apalagi kalau ibu dan anaknya masa ga boleh. Yah tapi bagus juga sih maksudnya, biar gak banyak yang mesum, karena banyak juga penduduk sekitar situ jadi kudu ngehormatin, apalagi disitu nuansanya makam. Oiya yang lain ada papan tulisannya pakai kamera bayar 25000, tapi kalau kamera hape diperbolehkan. Buset mahal amat sekelas candi borobudur guys, padahal hape kan juga ada yang bagus dan lebih mahal dari kamera poket. Mungkin yang dimaksud kamera-kamera yang profesional itu. Kudunya kamera bayar 25 ribu, bawa i-phone bayar 30 ribu itu baru fear, hehe. Tapi kayanya peraturan ini banyak diabaikan, karena ya kurang masuk akal.

Banyak papan pengumuman lucu

Jika jalan ini diikuti terus, nanti sampai jalan ke arah makam. Karena saya gak bermaksud ziaroh makanya gak terus kesana. Saat itu hari jumat sore entah ada rombongan satu desa berbondong-bondong ziarah ke makam.

Jembatan diatas air

Nah wisata ini sebenarnya ambigu. Ambigunya gimana, wisata yang sebenernya adalah pantai, dan kalau mau tambahan advanture, silakan sewa kapal 100.000 rupiah berpetualang ke hutan mangrove diatas air. Mungkin saya bisa bayangin nuansanya tar mirip petualang ilmuwan di acara National Geographic Channel yang lagi meneliti buaya atau satwa liar, keren.

yang ditawarkan wisata sebenernya gini

Namun karena mahal gitu, jalan menuju makam malah ternyata lebih jadi perhatian yang lebih menarik, dan itu juga didukung masyarakat sekitar karena juga menguntungkan mereka desa nya jadi obyek wisata. Diantara keseruan jalan-jalan diantara air laut tadi, dan menikmati hutan mangrove walaupun di jembatan aja. Bayar 2000 rupiah, murah tapi keren. Wisata ini berpotensi, namun sayangnya membingungkan. Selamat mencoba, hehe.

Monday, October 13, 2014

Listrik Dalam Sebuah Cerita

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

klik baner ini untuk
partisipasi Lomba Blog

Perkenalan dengan Listrik
Listrik itu pintar, punya rasa bahagia menemani kamu. Dari semenjak kecil listrik selalu menemani aktifitasmu dimanapun. Entah dari membaca komik, belajar, ujian, disuapin ibu sewaktu kecil. Listrik itu sumber energi suatu wilayah. Kalau di filem marvel, seperti STARK Industries punya Iron Man, Stark adalah ilmuwan yang genius punya teknologi energi sendiri, bisa digunakan untuk menerbangkan produk baju tempur supernya. Bahkan energi tersebut dapat dijual ke pelanggan. Negara yang maju pasti punya dukungan energi yang besar, yang dimaksud energi ini adalah energi listrik. Beruntung ya kita, Allah SWT memberikan kita energi ini dalam bentuk listrik. Listrik itu suatu bentuk teknologi juga lho, teknologi yang tinggi dan sangatlah praktis. Mengapa praktis, karena listrik ini bisa di ubah menjadi apapun yang kamu inginkan. Misalnya diubah menjadi energi gerak untuk dinamo2 atau energi panas untuk kompor, bisa disimpan dalam baterai atau untuk energi ajeb2,,(dugem) lampu disko.. hehehe. 

Listrik tak pernah lelah walaupun tak dianggap sama sekali olehmu. Listrik baru dicari2 ketika dia tidak ada. Kamu baru nyadar kalau listrik sedang tak disisimu. Baru sadar kalau selama ini menemani mu ke'mana2. Sampai2 yang kamu genggam tiap hari dan bunyi centang centung dari sosmed, itu juga butuh listrik walau sedikit. Ga sedikit yang kelupaan juga kalau dirumahnya pakai modem wifi, kalau pas listrik padam bingung napa buka facebook atau asik nge Blog di laptop kok ga bisa2. Padahal karena modem wifinya off karena juga butuh listrik.

Tapi listrik kadang juga bisa sedih karena bocor dimana2. Maksudnya bocor ini bukan ngocor kaya air atau seperti kata Pak Prabowo. Tapi bocor karena mubadzir atau digunakan secara ga efisien. Banyak yang menggunakan listrik dengan boros, padahal ada orang2 lain yang masih banyak orang yang masih ga bisa menikmati listrik di Indonesia. Perlu adanya les kepribadian untuk perilaku penggunaan listrik ini.

Listrik pun bisa marah jika kamu ga tau cara memanfaatkannya. Marah jika kamu colek langsung, dia bakalan nyeterum. Seperti si doi kalau kamu pegang tiba2 bisa2 kamu malah digampar.

Penggunaan listrik
Di negara maju, listrik bisa digunakan untuk standar hidup yang jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, contohnya kompor listrik. Di negara maju, dari pada pakai gas atau minyak, praktis menggunakan kompor listrik. Kalau di Indonesia listrik digunakan untuk nyalain kompor, harus langganan listrik dengan daya berapa? tinggi banget pastinya. Cuman standar orang kelas menengah keatas yang rumahnya dilengkapi dengan kompor listrik. Di Indonesia nyalain kompor cetak-cetik masih jauh murah dengan kompor gas. Kata Pak Kurtubi pengamat perminyakan, di Indonesia ini gas alamnya melimpah ruah, jikalau buat operasional sehari2 masyarakat Indonesia saja tanpa diekspor, sumber gas kita ibaratnya hanya sedang menetes saja. Melimpah ya...

Contoh lagi seperti water heater (pemanas air untuk mandi) di Indonesia masih banyak yang pakai tipe gas, tabung LPG nya kelihatan njendol di belakang tembok. Kalau mau pakai yang listrik kebanyakan daya yang dibutuhkan besar banget, kalau pas jalan2 ke mall lihat2 pemanas air listrik, dijual dengan rata-rata daya 600 watt sampai 1000 watt. Ya kalau rumah saya yang dayanya cuman 1300va, ngimpi aja punya pemanas air listrik di kamar mandi. Kalau di negara maju yang energi listriknya besar, kebanyakan lebih memilih memakai pemanas air listrik, selain praktis malah lebih terjangkau, listrik ber-lebih2 disana. Sebenarnya pemanas air tenaga matahari (solar cell) sangat sempurna untuk dimiliki, namun harganya masih sangat mahal. 

Apalagi mobil listriknya pak Dahlan Iskan yang dirancang2 nanti untuk pengganti mobil bensin. Masih dalam angan2, beritanya untuk sekali charge mobil listrik yang imut itu kudu dicharge pakai listrik minimal daya 4400va. Nah kembali lagi rumah saya yang dayanya kecil lagi2 cuma gigit jari dan berangan2 untuk pakai mobil listrik. Bisa2 kalau punya mobil listrik ga lagi beli BBM tapi bayar listrik selangit..

Mobil Listrik, bagus juga
bentuknya mirip salah satu mobil LCGC

Tapi listrik itu pasokannya dari bahan bakar minyak juga, kalau electricity company atau PLN nya Negeri Om Sam dan negara2 maju lainnya sudah menggunakan energi yang bukan minyak, walaupun sebagian masih ada juga sih yang pakai bahan bakar minyak. Kebanyakan sudah menggunakan energi nuklir, kincir angin, tenaga matahari, tenaga air, panas bumi, pokok nya selain BBM. Soalnya BBM itu mahal banget, harganya ga bisa diprediksi, tergantung politik luar negeri dan jadi rebutan negara2 adikuasa. Sedangkan di Indonesia kurang lebihnya sama, kita juga punya pembangkit listrik banyak rupa. Salah satu contohnya PLTA, tenaga air, tapi kalau airnya lagi kemarau ya pembangkitnya absen dulu dan dampaknya pemadaman giliran.

Pas saya kecil, sering takut banget lihat menara2 listrik yang tinggi2 gagah kaya di filem Ultramen. Mungkin yang saya lihat waktu itu SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). Bentuk nya kan seperti robot. Imajinasi aja kalau segede itu robot, wow serem juga. Lalu pas saya udah gede, mikir nya orang2 yang mbangun menara2 itu siapa gitu lho, pastinya kan ga begitu aja nancep di bumi ini. Ya pastinya karya besarnya PLN atau vendor yang kerjasama dengan PLN . Siapa lagi. 

Menara SUTET yang gagah

Berkenalan dengan pemberani.
Petugas PLN ini semi2 orang2 pecinta alam kali ya, soalnya bawaannya carabiner2 buat manjat2 tebing profesional. Semua perkerjaan mereka itu profesional. Semua proyek perbaikan atau pembangunan jaringan mereka adalah proyek berat, ga ada yang sederhana. Apalagi menyangkut nyawa.

Ini diambil dari sebuah acara tv satelit yang meliput pekerjaan berbahaya petugas PLN nya Australia untuk mengganti isolator jaringan listrik tanpa harus mematikan listrik. Sungguh beresiko, apalagi mereka menggunakan helikopter yang persis melayang2 di sebelah jaringan listrik 150kva. Listrik 150kva itu sama dengan 150.000va. Padahal misal listrik di rumah saya aja cuma 1300va kalau mau benerin kabel yang konslet dikit musti aku matikan semua dulu hehehe. Belum lagi pilot helikopter yang pekerjaannya sangat beresiko tinggi, karena dimanapun di dunia ini aturan2 standar penerbangan itu mengharuskan memberi jarak sejauh2nya dengan jaringan listrik. Dan kalau ini sebaliknya, agar bisa terlaksana proyek pekerjaannya harus terbang dengan jarak sedekat2nya dengan kabel listrik. Keren kan.

Mengganti segitiga isolator.
fungsinya supaya antar kabel
Ga bersinggungan

Lebih mengenal PLN bosnya listrik
Tak banyak yang tahu tentang PLN, bagaimana cara bersosialisasi dengan PLN. Rasanya PLN belum terkenal seperti BUMN lain contohnya TELKOM atau PERTAMINA. Setahu orang2 awam seperti saya biasanya kalau kerja di PLN itu yang naik2 di tiang2 listrik, tak sedikit yang menyebutnya BTL (Biro Teknik Listrik).

Padahal Biro Teknik Listrik itu bukan PLN, biro teknik itu swasta. Tapi kerapkali PLN memberikan job dengan pihak ketiga, yaitu BTL. Semacam proyek pembangunan jaringan. Namun yang sebenarnya banyak dilakukan BTL adalah pemasangan instalasi di dalam rumahmu.

Muda-mudi memadu cinta
Biasanya aktifitas masyarakat Indonesia tak lepas dengan melakukan pasang baru listrik. Sepasang pemuda-pemudi memadu cinta, akhirnya menuju ke pelaminan. Tak sedikit yang ingin memiliki hunian sendiri agar rumah tangganya berjalan dengan nikmat. Rumah2 baru yang dibangun pengembang pun ludes di beli oleh pasangan2 baru itu. Ujung2nya kalau punya rumah kudu masang sambungan listrik, apalagi kalau rumahnya akan diisi berbagai peralatan elektronik yang baru. Ya namanya lagi seneng2nya berumah tangga baru, sambil pelan2 isi rumah yang baru. Magicjar, kulkas, tv, mesin cuci, pompa air sudah menjadi kebutuhan standar jaman sekarang. Masyarakat dari kelas sosial manapun menginginkan kehidupan yang layak dengan listrik..

Maka kitapun harus masang listrik dan berhubungan dengan PLN, bosnya listrik. Kadang kedewasaan kita kelihatan kalau pas lagi berhubungan dengan masang listrik. Soalnya kalau hal yang hubungannya sama listrik itu kalau kita ditanya terkadang jawabnya "kaga tau itu urusan bapakku", atau "wah ga tau ya tagihan listrik yang bayar ibuku". Nah jikalau kamu bisa berkesempatan ngurusin listrik untuk rumahmu sendiri, berarti cirinya kamu bukan anak kecil lagi ya, hehehe.

Pas kita mau masang listrik pasti kita berhubungan dengan BTL tadi. BTL ini yang membantu kita memasangkan instalasi listrik di rumah kita. Apa itu istalasi, itu lho kabel2, stop kontak dan lampu2 di dalam rumah kita. itu yang masang teknisi listrik atau BTL lho, bukan petugas PLN. Jadi jangan sok ge'er sendiri kalau lampu kamar mandi di rumah kita meletus karena konslet lalu nyalahin PLN. Nah kembali lagi sama unsur kedewasaan tadi hehehe. Tapi gapapa, perlu diketahui jaringan PLN yang dipasang sama pak petugas PLN adalah kabel2 dari tiang2 listrik sampai ke rumah, Stop di meteran listrik saja. Meteran listrik itu aja milik PLN, jadi bukan beli dan jadi milik kita lho.

Birokrasi
Nah diseru2nya repot pasang baru listrik untuk rumah baru kita, Kadang kita suka lebih mudah untuk menitipkan pengurusan ke pihak2 tertentu.Yah namanya di Indonesia kerpakali banyak jasa2 pengurusan. Jangankan listrik, di kota saya tercinta yaitu Semarang, buat beli kuliner mie goreng aja pakai calo, lewat tukang parkirnya. Itu karena emang sulitnya beli mie goreng pak Tukino yang terkenal disini. Apalagi kalau pas puasa, menjelang buka puasa, untuk bisa menikmati mie goreng lezat dan halal buatan pak Tukino ini harus rela menunggu 2 jam untuk mengantre.

Dulu kalau mau beli tiket kereta api atau bayar pajek kendaraan, banyak banget calo yang nawarin jasa pengurusan pembayaran. Untungnya sekarang PT.KAI atau Polri udah lebih baik, beli tiket kereta, bayar pajak motor juga dipermudah dengan fasilitas online. Toh ngapain kita dipersulit, kan cuma bayar pajak yang nantinya juga masuk ke pemerintah sendiri.

Nah sudah ketahuan kan kalau praktek percaloan itu banyak terjadi di kantor yang birokrasinya susah. Kalau gampang birokrasinya ngapain pakai calo segala. Saya pun kalau lebih mudah pakai calo, ya milih pakai calo. Sebagai contoh mau daftar facebook itu susah ga? enggak kan, makanya ga ada calo daftar facebook. kalau misal daftar facebook susah caranya, bukan tidak mungkin ada calo facebook kali ya. 

Kalau di PLN gimana
Kalau di PLN masih banyak banget pengurusan pasang baru alias calo buat masang baru, Padahal PLN juga sudah aktif untuk membuat akses pasang baru yang semakin mudah, seperti via call center 123, atau websitenya PLN.

Disini saya ga pingin membahas teknis dari pemasangan baru, tapi harapan saya adalah PLN harus merasa bahwa meningkatkan layanan ke masyarakat harus ditingkatkan. Kalau perlu dianggarkan lebih untuk hal tersebut. Ya walaupun saya tau kalau PLN itu tidak bisa diuntungkan ketika berjualan listrik karena tarifnya yang menentukan pemerintah. Banyak juga yang belum tahu kalau tarif listrik itu yang ngatur pemerintah ga bisa sesuka hati PLN. Belum lagi PLN juga punya tanggungan untuk mengaliri listrik ke desa2 yang warganya masih belum bisa menikmati listrik. Tapi walau PLN dalam posisi bos juragan nya listrik, meningkatkan keramahan ke pelanggan ke level yang paling tinggi,bukan hal yang mustahil buat PLN. Tentunya agar masyarakat ikut merasakan pentingnya listrik dan loyal terhadap PLN.

Sebagai contohnya jika masyarakat pengguna listrik, mengalami kendala dalam penggunaan listriknya walau apapun itu. Walaupun listrik di kamar mandi yang padam karena konslet, dan walaupun itu juga hal tersebut bukan kewenangan dari PLN, tapi alangkah baiknya untuk tetap membantu untuk solusinya. Ini Seperti kalau seseorang merasa sakit, dan pergi ke dokter untuk konsultasi. Misal seseorang tersebut menderita penyakit alergi dan datang ke dokter umum, yang dilakukan dokter umum itu adalah memberi rujukan ke dokter alergi yang lebih berkompeten. Lain halnya orang tersebut akan sebal jika dokter tersebut bilang kalau penyakit orang tersebut diluar dari kewenangannya untuk menangani.

Jenis usaha lain untuk PLN
Banyak perusahaan besar di dunia ini yang memiliki sejarah panjang bisnis di bidang lain. Seperti Sampoerna yang punya usaha jenis lain selain rokok, Sampoerna punya usaha retail. Nokia yang dahulu sukses dengan ponselnya, sebelumnya adalah pabrik ban. Harapan saya untuk PLN adalah memiliki jenis usaha lain, apapun itu.

Jaringan broadband
Walaupun infrastruktur yang nantinya akan diinvestasikan cukup besar, namun PLN punya potensi keuntungan yang besar jika memiliki jaringan internet yang tersemat di jaringan listrik. PLN punya akses di setiap rumah dan lokasi. Sebenarnya jaringan seperti ini sudah ada di negara2 maju. 

"Teknologi ini juga dikenal sebagai Power Line Digital Subscriber Line (PDSL), mains communication, Power Line Telecom (PLT), Power Line Networking (PLN), atau Broadband over Power Lines (BPL) yaitu sistem untuk membawa data pada konduktor yang juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Sehingga jaringan listrik selain berfungsi sebagai sumber listrik juga menjadi media penghantar komunikasi" (sumber wikipedia)

PLN punya usaha titipan kilat
PLN punya rayon atau kantor yang tersebar di seluruh indonesia, hal tersebut dapat dimanfaatkan PLN untuk mendirikan usaha jasa titipan barang atau uang. Jadi kantor PLN rayon itu nanti bisa berkembang seperti bank atau kantor pos. Kan setiap kantor PLN sekarang sudah ada PPOB, jadi bisa dimanfaatkan layanannya.

PLN punya usaha Event Organizer
Banyak orang yang ingin acara resepsinya lancar dengan Penerangan Sementara (los strum). Mengapa PLN tidak sekalian memiliki sebuah event organizer untuk keseluruhan acara tersebut. Termasuk wedding, fotografi, tratag, dan katering. Ga perlu harus punya ilmu lengkap untuk semua usaha tersebut, jaman sekarang bisa dengan kemitraan atau vendor. Jadi nanti kalau misal ada sepasang muda-mudi yang pingin acaranya terlaksana dengan sukses maka bisa menghubungi ke call center PLN untuk layanan PLN organizer. Woo, yahud kan..

Mobil Listrik
Nah ini yang paling menarik dan sepertinya sudah tidak sabar saja ingin di luncurkan oleh Pak Dahlan Iskan yang selalu punya pikiran cemerlang. Adanya mobil listrik ini inovasi dan harus dimiliki oleh PLN sebagai bos besarnya. Banyak yang bisa membuat mobil listrik di dunia ini. Di Indonesia banyak perusahaan besar yang bisa membuat mobil listrik belum lagi di luar negeri sudah banyak yang lebih dulu memulai pembuatan mobil listrik, contohnya TESLA motors. Mobil listrik ini keren banget, cek disini.

PLN bisa membuat pom bensinnya listrik. Bukan Pertamina saja yang selama ini bikin pom bensin. Namun pom bensin listrik ini dibuat di tempat2 parkir di mall2, atau pusat kota, sehingga saat pemakai mobil listrik ini memarkirkan kendaraaannya di tempat parkir yang mempunyai stasiun pengisian listrik, mereka bisa sekalian mencharge kendaraanya saat parkir berbelanja di mall. Mengapa harus begitu, karena mengisi listrik itu butuh waktu, ga seperti mengisi bensin hanya butuh beberapa menit di SPBU.

Namun pengisiannya harus wireless, bukan seperti mengecharge hape ada kabelnya, kuno. Ya karena semakin teknologi modern harus semakin praktis, orang2 akan kerepotan jika harus menghubungkan kabel2 ke kendaraannya. Belum lagi anggapan negatif orang karena mobil listrik ribet dan ga keren. Mobil listrik cukup di parkir diatas perangkat charge listrik wireless. Semakin canggih teknologi pengisian baterai dewasa ini sudah wireless. Sebenarnya teknologi ini sudah ada sebagai prototipe mobil listrik perusahaan2 besar seperti Toyota, BMW.


mencharge mobil listrik
cukup diparkirkan diatas perangkat pengisi wireless

Demikian contoh usaha lain untuk PLN, bukan menganggap PLN harus berjualan kacang goreng untuk menutup kebutuhan sehari2. Dimaksudkan bahwa PLN dapat menyerap lapangan pekerjaan lebih besar, dan memungkinkan salah satu usaha dari PLN tersebut akan maju menjadi industri yang besar berkelas dunia dengan nama PLN. Bahkan lebih besar omsetnya ketimbang dibidang proses bisnis listrik itu sendiri. Sebagai bangsa yang maju saat ini PLN dapat menyerap tenaga kerja masyarakat Indonesia yang semakin pintar dengan ekonomi kreatifnya. Itu karena PLN memiliki banyak jenis usaha atau konten. Harapan saya sangat besar untuk PLN. Semoga PLN semakin baik di bidang world class service'nya bahkan bisa mengakuisisi usaha di negara lain.

klik gambar untuk mengikuti
lomba Blog

Dengan segala kerendahan hati, demikan Blog ini saya persembahkan. Sebagai orang Indonesia asli dan pengguna listrik. Terima kasih untuk PLN  dan Blog detik yang mengadakan lomba blog ini.

Have a nice day :)

Tuesday, October 07, 2014

Jika rumahmu padam

Sebagai petugas call center PLN saya rasanya kurang afdol kalau gak menulis tentang listrik padam. Walau tulisan ini standar, tapi banyak juga orang yang masih awam tentang kelistrikan walau kelistrikan di rumah sendiri. Tapi ga papa, saya dulu juga gitu. Wajar kok.

Kerapkali kita harus merasa tidak nyaman karena listrik yang tiba-tiba padam saat enak-enaknya melakukan aktifitas atau beristirahat. Mengapa listrik padam? biasanya ada dua jenis listrik padam, yaitu padam satu rumah saja atau padam satu wilayah. Cara mengetahui nya mudah, demi keamanan cukup anda mengintip ke luar rumah melalui jendela apakah tetangga kanan, depan, kiri anda terang atau gelap. Dengan begini anda dapat melakukan langkah selanjutnya. 

Jika padamnya hanya 1 rumah saja, sedangkan tetangga-tetangga anda asyik-asyiknya bercengkerama, nonton sepak bola, mainan Play Station, masak-masak, menikmati sejuknya pendingin ruangan, maka anda harus segera melakukan tindakan. Ambil penerangan seadanya, lebih baik lampu senter atau emergency lamp. Penerangan lilin atau teplok atau semacamnya ga disarankan di jaman modern ini, soalnya minyak atau apinya dapat membahayakan keselamatan kita. Belum lagi asapnya. Haduh. Minimal menggunakan penerangan di hape jika ada. Siapa yang ga punya hape, ngacung?. hehe. Oiya, Kalau semisal nemuin kejadian ini di tetangga yang sendirian, atau orang tua maka bantulah,, setidaknya menemani memcahkan masalah.

Dengan menggunakan penerangan lampu senter yang anda miliki, berjalanlah ke luar rumah untuk mencari meteran listrik. Sebagai informasi karena ada juga yang belom tahu bahwa meteran listrik ini pasti berada di luar rumah. Banyak orang menyebut meteran listrik ini begenser, kilometer, speedometer, paling parah ada juga yang nyebut pesawat. Kurang paham saya kok ada yang nyebut pesawat, mungkin mirip2 istilah pesawat telepon, oh halloleloo.... Istilah yang bener adalah APP (alat pembatas dan pengukur), atau kwh meter. Tapi saya lebih suka menyebutnya meteran, karena lebih mudah dipahami.

Karena gelap hati-hati kalau berjalan mencari meteran diluar, ingat-ingat perabot atau bentuk rumah dengan baik. Atau inget biasanya si pus nongkrong dimana, agar terhindar dari keserimpet buntut kucing atau kena cakar si pus karena kesakitan buntutnya diinjek.

meteran listrik

Setelah ketemu meteran listrik, apalagi yang kudu dicek. Arahkan senter ke bagian bawah meteran listrik, disitu ada yang namanya MCB (mini circuit breaker), Biasanya banyak yang nyebut saklar, jeglekan, tuas, on-off, Biasanya warnanya biru putih kalau asli dari PLN. Nah setelah nemuin MCB ini, periksa apakah dalam kondisi on atau off?, biasanya di sana ada simbol angka 1 (untuk ON) atau angka 0 (untuk off). 

MCB meteran
Seharusnya posisi normal dalam kondisi ON atau angka 1. Jika kondisinya OFF berarti anjlok karena fungsi MCB ini memutus arus sesuai dengan ukuran kapasitas dayanya. Jika MCB anjlog atau njeglek ke OFF berarti ada arus yang lebih tinggi dari arah dalam rumah. Bisa karena kelebihan pemakaian atau hubungan arus pendek (konslet). Untuk MCB yang turun anjlok ini biarkan dulu mari cek ke tahap selanjutnya.

Gangguan padam serumah aja kebanyakan karena konsleting listrik di dalam rumah, lanjutkan pemeriksaan ke dalam rumah. Pemeriksaan lanjutan yaitu wajib periksa sekering dalam rumah. Dimana letak sekering? letaknya di dalam rumah enggak jauh dari meteran yang diluar. Sekring bentuknya macem2, untuk jaman modern bentuknya MCB sama persis seperti yang di meteran listrik tadi. Bedanya disini biasanya ada lebih dari satu MCB, karena jalur kelistrikannya di bagi2 sesuai dengan selera. 

MCB sekering

Ada pula sekering untuk kebanyakan rumah jaman dulu masih menggunakan sekering yang bundar, kelemahannya jika putus kita harus repot ngontel sepeda ke warung untuk beli sekring yang baru. Sekering ini dinamai sekering batu (entah namanya gitu), dan cara melepas sekering ini kudu diputar dari boxnya dan dibuka untuk mengetahui kawatnya putus atau enggak. Kawatnya halus dan sesuai standar ampere nya. Biasanya ada orang suka main ganti kawat aja biar nyambung lagi. Boleh-boleh aja sih tapi buat sementara, soalnya harga sekring murah banget jika dibandingkan sisi keamanan yang diberikan. 

Sekering batu

Tipe sekring lain yaitu sekring otomat, bentuk nya juga bundar tapi sudah ada on offnya. Ini Lebih canggih karena bisa digunakan berulangkali. Buat yang masih pakai sekering batu, segera aja diganti sekering model ini, harganya lebih mahal tapi bisa dipakai terus.

sekring otomatis

Setelah menemukan sekring di dalem rumah, dicek juga dalam posisi ON atau OFF, kalau MCB. Posisi nonjol atau gak untuk sekring otomatis, dan khusus untuk sekring batu, kudu dilepas dengan cara diputer, trus di bongkar dalemnya dengan cara diputar juga, lihat kawat didalemnya putus atau enggak. 

Nah biasanya disini yang paling banyak terjadi adalah sekring di dalem rumah anjlok. Biasanya kita enggak sadar tadi pas padam tiba2 itu saat kita nuncepin alat listrik, atau bisa juga karena sebab lain. MCB sekring di dalem rumah kadang tidak semuanya anjlok atau OFF.

Nah jika yang terjadi ada salah satu MCB atau sekring yang turun atau OFF atau anjlok. Ga usah buru2, tenangkan hati dan pikiran serta yakin bahwa anda bisa mengatasi hal itu. Jangan lalu ga mau berusaha dan menanamkan paham bahwa "jangan main2 sama listrik", "aku awam banget sama listrik", "aku perempuan tua dan aku ga paham listrik". Stop, lebih baik berusaha, karena instalasi listrik sudah dibuat aman oleh pengguna. Untuk pengecekan standar gini ga diperlukan profesional. Siapa tahu bisa kita atasi sendiri, ngapain harus nunggu lama buat teknisi listrik datang. 

Langkah pertama adalah pastikan semua alat2 listrik kamu udah mati. Seperti TV, kipas angin, lampu2, magic jar, pompa air, kulkas, akuarium, lampu taman dan lain2 yang kira2 berpotensi konslet. Ingat2 dan peduli sama alat listrik sekitar, masa alat elektronik yang dimiliki ga tau, kan ga mungkin. Jangan ada yang terlewat, sementara semua kabel2 dilepas dulu dari stop kontaknya. Oiya, biasanya charger itu selalu nancep di stop kontak terus. Kabel rol yang nuncep dimana2. Melepas semua peralatan elektronik ini sama dengan mengamankan jaringan.

Kalau udah dipastikan kamu ngelepasin alat2 listrik tadi semua. Mari kita berjalan lagi ke arah meteran listrik yang diluar. Kamu bisa dengan PD nyalain tuas MCB dari OFF ke ON. Jangan khawatir MCB kalau di pegang gak akan nyetrum kok, karena berupa isolator. Nah setelah berhasil di ON kan, sekring di dalam rumah juga harus di ON kan juga. "Lho kok lampu belum pada nyala juga?", Oiya, kan tadi pada dilepas dan dimatikan alat2 elektroniknya semua. Hmm semoga enggak lupa karena panik tadi.

Nah setelah sudah di on kan semua MCB dan sekringnya, kita test satu persatu kembali nyalakan lampu dan alat2 elektroniknya. Bisa dimulai dari lampu dulu untuk penerangan. Dari yang watt nya kecil dulu. Kembali tancapkan alat2 elektronik seperti sedia kala, satu persatu. Deg2an juga sih. Biasanya kalau penyebab konsleting adalah salah satu dari alat2 elektronik kamu, pas kamu nyalain benda elektronik yang bermasalah, dueerr. Listrik akan mati semua lagi. Cukup lepas alat yang bermasalah tadi, nyalakan MCB dan sekring yang anjlok lagi, semua akan beres.

Pengalaman saya pernah punya charger KW2 yang sudah busuk, masih dipaksa buat nge-charge hape. Akhirnya konslet dan mati serumah. Sempat juga sumpah serapah ke PLN yang ga becus karena akhir2 ini padam2 mulu, padahal karena kesalahan sendiri.

Sistem keamanan listrik di rumah sudah dibuat demikian aman sampai2 dibuat pengaman ganda (MCB luar dan sekring dalam). Anda harus bersyukur jika listrik anda njeglek2 terus itu berarti pengaman listrik di rumah berfungsi dengan baik. Namun dasar karena ada aja orang yang awam, tuas ON OFF di meteran itu dilem pakai alteco biar kuat dan enggak njeglek2 terus. Ya, ini baru orang awam yang bodo, karena MCB yang dilem ga bisa berfungsi lagi untuk mutus arus sewaktu ada arus pendek (konsleting), yang terjadi malah keluar percikan api. Itu masih mujur, kalau ga mujur ya kebakaran. Naudzubillah..


Jika MCB dan sekring On semua tapi kok masih padam?
Artinya gak ada listrik yang masuk ke dalam rumah. Penyebabnya bisa karena kabel sambungan dari tiang ke rumah, atau dari tiang ke tiang putus, tapi ini jarang banget kalau ga ada badai. Bisa juga karena hanya kendur di dak standar. Dak standar adalah tiang kecil letaknya diatas rumah yang terhubung dengan kabel listrik, biasanya nyambung menyambung dari rumah ke rumah, atau langsung ke tiang. Nah kalau hal ini terjadi langsung aja minta bantuan ke petugas PLN. Hubungi ke 123. Dilarang memperbaiki sendiri, karena berbahaya dan butuh penanganan profesional. Penanganannya cukup dikencangkan atau mengganti kabel jika diperlukan.

kabel Sambungan rumah
dan tiang dak standar

Nah demikian ulasan tentang listrik padam satu rumah. Sederhana aja, tapi penting. Ternyata listrik sangat penting buat kehidupan. Ada yang ga bisa tidur, mandi, belajar, makan, jualan makanan karena listrik padam. Karena pasokan listrik di Indonesia pas2an, selalu disarankan untuk menghemat listrik dengan cara apapun.

Have a nice day :)