Wednesday, March 11, 2015

Make over ban usang

Bangun tidur dikala senggang, gak ada setengah jam luangkan waktu buat nglatih syaraf motorik. Kebetulan hari ini masuk shift malam. Nyemir ban adalah salah satu hobi saya hehe. Disaat bosan ngapa-ngapain. Bisa dilakukan setelah nyuci mobil atau kapan aja. Bagi saya ada perasaan puas setelah melihat hasil ban yang mengkilap.

Pertama-tama cari sasaran ban yang di semir. Bisa ban mobil, ban motor, ban sepeda kesayangan atau kalau gak ada semua itu bisa ban punya tetangga. Kalau saya suka nyemir ban mobil Timor saya yang kebetulan lagi kotor dan usang.
Ban kotor

Bahan-bahan
1. Semir ban merek kit di indomaret (cair/spray)
Semir di pasaran

2. Kuas atau sikat
3. Selang air
4. Lap kering
5. Sabun colek atau shampo mobil
6. Ember kecil atau sejenisnya.

Yuk nyemir
Luangkan waktu 30 menit, pakai celana pendek lebih oke.
Siram ban kotor dengan air dari ledeng dengan selang sampai bersih.

Siram dengan air

Encerkan sabun colek dengan air menggunakan kuas di ember yang sudah disiapin.

Kuaskan air sabun ke ban yang masih basah agar merata.
Kuaskan sabun merata

Ratakan juga ke daerah velg untuk bersihin minyak atau lumpur yang menempel disana.

Sikat rata seluruh bagian ban jika bisa, kalau tidak, bagian yang bisa dijangkau saja, yang penting bersih dari lumpur dan tanah.

Sikat ban perlahan


Bilas dengan air dari selang sampai bersih pastikan ga ada sabun lagi dan keringkan dengan lap kering atau biarkan nanti kering sendiri.

Bilas

Setelah kering siapkan kuas yang sudah dibubuhi semir ban kit.

Semir ban merata,
kecuali tapaknya

Sapukan dengan rata di seluruh permukaan ban, tapi jangan di tapak ban karena akan mengurangi traksi ban alias licin.

Lakukan pada keempat roda mobil atau motor, selesai

Selesai

Hasilnya ban jadi tampak baru, item. Saya jadi puas. Walau hasilnya sebenarnya hanya tampak bersih aja dan mengkilap. Tapi ga terlalu tampak hitam seperti barunya.

Perbandingan setelah disemir

Tapi lumayan, ban mengkilap siap buat jalan-jalan. Ini bukan tips merawat ban, dengan menyemir ban ini membuat penampilan ban jadi lebih bagus aja, ga ada hubungan dengan keawetan ban. 

Monday, March 09, 2015

Pekerja shift malam yang pemalas

Sebagai pekerja shift malam saya melihat jarang sekali ada artikel yang memaparkan cara hidup sehat ala pekerja shift malam. Padahal night worker ini emang harus ada di dunia ini dan mereka juga punya kehidupan sendiri. Cara hidup sehat dimanapun menganjurkan menjauhi begadang, asap rokok dan alkohol. Ya gimana caranya kamu sehat ya jangan begadang. Lalu mana cara gidup sehat dengan begadang?

Manusia itu butuh istirahat di malam hari, bekerja di siang hari, itu hakekat manusia. Tapi di jaman sekarang ada banyak pekerjaan yang menuntut sesorang harus begadang malam-malam sampai pagi. Bukan lembur, salah kalau anda bilang lembur, kalau lembur itu jam kerja normal tapi pulang kemalaman karena pekerjaan yang harus diselesaikan. Sifat lembur gak setiap hari. Berbeda dengan pekerja shift malam yaitu pekerja yang memang jam kerjanya mulai malam hari.
Do not disturb board

Memang dari sudut pandang orang yang tidak ditakdirkan untuk berkerja shift tidak akan memahami apa tantangan bekerja shift malam. Karena saat orang normal tidur, pekerja shift malam bekerja semalaman. Ketika orang normal bangun, pekerja shift malam mengakhiri pekerjaannya dan tidur. Jadi pekerja shift malam akan terlihat seperti pemalas, tiap harinya terlihat tidur-tidur saja sepanjang hari bagi orang normal.

Padahal pekerja shift malam jika tidur di siang hari pun mereka tidak akan senyenyak jika tidur di malam hari. Belum lagi jadwal shift yang tidak selalu sama atau berubah-ubah membuat jadwal tidurpun tidak tentu. Tak jarang pula mereka malah insomnia karena tidak bisa mengatur jadwal tidur.

Mengapa harus ada pegawai shift malam
Kalau ini penjelasannya singkat karena saat ini perusahaan membutuhkan produksi, pelayanan selama 24 jam selama 7 hari seminggu full. Contohnya produksi pabrik biskuit, mie instant, obat-obatan, jika gak diproduksi 24 jam tidak mungkin memenuhi target produksi mereka.

Ada pula pekerja pelabuhan yang sewaktu-waktu kapal datang harus bertugas sebagai operator angkut peti kemas di malam hari.

Ada lagi dari bagian keamanan, polisi, tentara, sekurity, pemadam kebakaran, dituntut pengamanan 24 jam.

Kalau saya sendiri petugas call center dan sebagian besar jam kerja adalah malam, pekerjaan ini sudah saya lakoni dari tahun 2007. Sejak pertama kali bertugas di telkom, xl dan sekarang ini pln. Hampir setiap perusahaan besar punya call center.

Kantor atau pabrik 24 jam biasanya ada di kota besar, namun dengan nilai upah minimum setempat yang rendah. Di perkotaan besar memang berbeda dengan di pedesaan terkadang pukul sembilan malam, toko-toko sudah tutup, orang-orang pada masuk rumah dan tidur.

Hidup sehat antara teori dan kenyataan
Perilaku hidup sehat kebanyakan jauh dari rokok, alkohol, kafein. Membiasakan tidur awal, bangun pagi. Olahraga cukup dan beristirahat cukup. Diimbangi gizi yang seimbang, cukup mudah untuk mencapai kehidupan yang sehat.

Pekerja malam akrab dengan asap rokok dan kafein, hal ini untuk menjaga konsentrasi pekerjaannya di malam hari saat orang-orang tidur. Situasi sepi pasti akan membuat ngantuk. Padahal pakar kesehatan mana yang menganjurkan teratur minum kopi dan merokok berlebihan tiap hari.

Pekerja malam suka susah tidur di siang hari, dan bekerja di malam hari membuat hari-harinya kurang istirahat dan gak fresh. Kalau anda sempat browsing apa bahayanya orang kurang tidur pasti ngeri sendiri. Susah tidur ini karena siang hari memang bukan waktu tidur, cahaya sinar matahari membuat kulit kita mengenali waktu dalam alam bawah sadar kita. Begitu pula sebaliknya jika malam hari, hormon-hormon akan menyesuaikan dan memberitahu otak untuk beristirahat.

Pekerja malam kadang memanfaatkan liburannya untuk tidur, ini menghilangkan kesempatan refreshing atau olahraga. Kadang tingkat stress pekerja malam lebih tinggi. Jika dipaksakan untuk refreshing atau olahraga korbannya adalah jatah tidur mereka yang belum tergantikan dan sudah harus kembali bekerja. Begitu berulang-ulang.

Pekerja shift malam akan cenderung sedikit obesitas. Ini disebabkan karena begadang dimalam hari akan membuat asam lambung diproduksi terus. Rasa lapar akan menyerang terus, sebagai gantinya mereka mengkonsumsi kalori untuk tenaga bekerja di malam hari. Namun sebaliknya tambahan kalori inipun buruk bagi kesehatan karena siang hari mereka tidur, sehingga kalori akan menumpuk menjadi timbunan lemak. Banyak dari pekerja malam yang perutnya cenderung membuncit. Bukan salah mereka.

Pekerja malam akan sulit berkonsentrasi di setiap acara, di setiap kesempatan karena mengantuk. Jarang sekali mereka merasa fresh. Kadang suka gak fokus kalau diajak bicara.

Tubuh akan melepas racun hanya ketika tidur istirahat dan dipagi hari. Pekerja malam yang gak punya kesempatan tidur di malam hari saya khawatir racun menumpuk terus, kecuali jika teratur berolahraga. Namun emang saya akui pekerja shift malam adalah orang-orang yang fisiknya kuat, mereka lebih cenderung dibayar menahan ngantuk. Orang-orang pekerja shift adalah orang yang pantas mendapat asuransi kesehatan nomor satu di perusahaannya.
Saya pun khawatir sebagian besar pekerja shift malam dimanapun akan susah beribadah sesuai waktu dan jauh dari sisi religius. Saya sendiri membuktikan hal tersebut.

Pekerja shift malam banyak yang mengira akan bisa bekerja double job, karena siangnya akan banyak waktu luang. Pada kenyataannya salah besar, karena siang waktu untuk istirahat. Bayangkan jika anda orang pekerja jam normal, pulang kerja langsung kerja sampingan sampai pagi, lanjut kerja lagi di pagi harinya begitu terus. Ini anggapan orang normal bahwa orang yang bekerja malam itu ga di'hitung' kerja, jadi bisa kerja sambilan di siang hari, karena yang nge,hitung' tadi lagi tidur. Setelah melakoni ternyata gak bisa. Kecuali sambilan-sambilan ringan seperti buka ppob, jualan pulsa, dagang kaos, tas, jajanan, itupun didalam komunitas kantor saja.

Lantas apa keuntungan bekerja shift kok banyak yang rela melakukan hal tersebut. Mungkin akan saya tulis kapan-kapan.

Cara sehat bekerja shifting malam versi praktisi
Pekerja shift malam tidak dapat menghindari kopi atau rokok, yang penting gak berlebihan, menabung sedikit demi sedikit untuk mengurangi porsi rokok dan kopi setiap harinya akan membantu kehidupan yang lebih baik di kedepannya. Untuk alkohol haram hukumnya untuk pekerja shift.

Olahraga yang disarankan adalah olahraga yang nyaman menurut tiap orang. Berenang, jogging, jalan kaki atau apapun itu. Yang jadi pilihan bukan jenis olah raganya, tapi waktunya. Itu yang gak kebayang bagi orang dengan daur hidup normal. Tiap orang butuh sinar matahari pagi. 

Pekerja shift malam yang pulang pagi seharusnya ngantuk dan tidur, namun terkadang tergoda untuk berolahraga di pagi hari. Olahraga pagi saat tubuh masih ngantuk sangat tidak direkomendasikan. Misalnya renang saat ngantuk berat, atau lari pagi saat yang dibutuhkan tubuh saat itu tidur. Tubuh masih dalam kondisi letih, lebih baik sarapan pagi dan berjemur sebentar, lalu tidur. Olah raga dapat dilakukan ketika libur shift, dan itu wajib dilakukan hukumnya.

Jangan lupakan berlibur. Pekerja shift terkadang tidak memiliki waktu untuk wisata atau piknik. Wisata tidak selalu harus di tempat yang jauh. Pekerja shift malah biasanya punya ide-ide yang unik untuk refreshing. Disarankan untuk refreshing dengan tema alam. Jauhi tempat-tempat dugem atau karaoke karena didalam ruangan.

Night worker schedule

Usahakan memejamkan mata atau tidur saat tidak ada pekerjaan di kantor di malam hari. Hakekatnya manusia adalah tidur di malam hari, percayalah dimanapun tidak akan ada pekerja shift malam yang jago melek disepanjang jam kerjanya, setiap hari. Mengistirahatkan mata penting, hindari mengobrol terus karena otak kita gak akan bisa istirahat. Kalau kebanyakan ngobrol tubuh akan kelelahan dan mengantuk berat. Jika sudah gitu tidur akan sulit dibangunkan. Kita harus pintar-pintar mengatur jam tidur. Pekerja shift malam itu kudu punya manajemen tidur.

Diketawain orang dengan daur hidup normal, "tidur aja pakai manajemen". Kalau mereka coba, bahkan mereka akan minta ampun jika ditakdirkan bekerja shift malam. Pekerja shift malam itu berbeda dengan begadang nongkrong atau nonton bola, mereka itu bekerja, dituntut profesional, dinilai dan setiap hari sesuai jadwal. Kalau nongkrong atau nonton bola itu kegiatan santai, mau gak pakai baju aja terserah.

Pola makan pekerja shift malam biasanya mereka akan makan di malam hari, atau makan malam yang kemalaman. Bervariasi tiap pekerja shift malam. Cenderung kesiangan untuk breakfast, hal itu wajar, karena daur hidup sudah berubah. Untuk menyiasatinya, pola makan harus sesuai pola makan orang normal. Makan minum harus dilakukan ketika lapar, 3 kali sehari. Minum ketika haus, jangan sampai menunda. Namun jangan berlebihan.

Nah semua curhatan bagi pekerja shift malam ini emang saya tulis karena pengalaman pribadi. Baiknya untuk jangka panjang pekerjaan shift emang layak untuk ditinggalkan segera. Siapapun tidak direkomendasikan untuk bekerja shift untuk jangka panjang. Idealnya perusahaan akan mempercepat turn over karyawannya.

Wednesday, March 04, 2015

Era'ku adalah 90'an

Lahir pada tahun 84, masa-masa sekolah adalah tahun 90 an. Banyak artikel bahkan buku yang mengulas lengkap tentang makanan, barang-barang dan mainan jadul untuk nostalgia. Tapi kadang kalau kita baca, gak semua lho anak tahun 90 an yang tahu semuanya. Langsung aja ah bahasan tentang barang-barang tahun 90'an versi saya. Ah mungkin tulisan ini jadi panjang.

Permen Sugus dan Chiki balls
Tiap saya kewarung sama papa dulu selalu dibelikan permen Sugus, ada rasa orange, strawberry, coklat, bahkan kopi. Kalau chiki balls cuman adsarasa waktu itu keju, ayam sama coklat. Oh tiga ya hehe. Kalau ada yang mau bilang coklat supermen, coklat payung, permen cicak, kalau saya jarang dibelikan itu, jadi kurang tahu dan gak tau kenapa.

Iklan lawas

Belanja di Micky Mouse
Ini di Semarang ya, tiap pulang sekolah dasar pasti diajakin keluarga ke mini market ini. Lokasinya di simpang lima. Waktu itu belum ada matahari, apalagi citraland masih gedung olahraga waktu itu. Di micky mouse ini dilantai bawah eskalator ada toko mainan, papa saya suka belikan mobil-mobilan disitu. Mobil-mobilan kecil kalau sekarang hotwheels, kalau dulu seinget saya dibawah mobil.mobilan ada tulisan "made in macau".
Adalagi pasaraya Sri Ratu, kalau diajakin ortu ke sini istimewa, soalnya ada mainan yang dinaiki pakai koin-koin. Masih keinget juga kalau diajak jalan-jalan gitu kalau enggak dibelikan sesuatu rasanya pingin ngambek. Kudu dibelikan mobil-mobilan atau naik mainan koin.

Nonton Video
Jaman TK sampai SD kelas 3, masih inget banget namanya kalau gak salah vhs atau vcr lupa. Pakainya kaset besar, kalau mau nonton kudu di rewind dulu, sampai-sampai beli alat pemutar rewind nya khusus. Soalnya kalau di rewind di video player nya bisa cepet rusak mesinnya. Tapi kalau paling males adalah pas disetel gambar nya kadang jelek, kudu dibersihkan dulu head nya pakai kaset khusus yang ada alkoholnya, ampun repotnya. Kaset video itu biasanya minjem atau sewa, kadang dicoba dulu. Kalau beli mahal, ga tau berapa.

Mengenal video pertama

Kalau playernya biasanya merek terkenal Sony atau Toshiba, bukan seperti sekarang dvd player gak harus merek terkenal, bisa aja merek china yang miring harganya.

Goggle V
Filem favorit anak kecil saya waktu itu superhero made in Japan yaitu Goggle Five ("emang gini nulisnya goggle, bukan google, yah mbah google kan jaman sekarang"), mungkin mbahnya power rangers kali ya. Sama jumlahnya lima orang warna-warni sehingga mudah dikenali. Kalau orang dewasa minjem filemnya paling filem silat, kungfu yang model serial kurang paham judulnya. Oiya tom and jerry waktu itu juga udah terkenal.



Google v


Filem Serial
Beda sama sekarang, sekarang kalau diperhatikan ga ngetren nonton filem serie di televisi. Kalau dulu tontonan yang saya inget MacGuyver, airwolf, night rider,  highway man, bicrosers, jiban. Kalau pas TK lawas lagi kalau saya masih ingat yaitu hi-men, centurion power extreeme.

Night Rider


Tamiya
Karena terpengaruh film dash yankuro di TVRI waktu itu anak-anak sejaman itu punya tamiya semua. Kalau enggak ya bikin tamiya kertas. Saya waktu itu udah ga punya papa, papa saya dipanggil yang maha kuasa saat umur lima, terus yang belikan mainan seringnya paman saya. Saya dibelikan tamiya yang mereknya bukan tamiya, model avante.

Tamiya saya


TAZOS
Masa-masa SD pun berganti ke SMP, Tazos adalah hadiah dari chiki yang bisa dikoleksi. Banyak banget iklannya di televisi. Bisa dibentuk-bentuk sesuai kreasi atau dibuat balapan dan dilontarkan ke udara. Anak jaman itu ya mudah dipengaruhi tivi sih. Busuk juga.

Hadiah chiki

Musik Rock
Di jaman itu saya baru seneng-senengnya musik agak telat, yaitu pas kuliah. Lagu yang nge hit saat itu padi, sheila on 7, gigi, coklat, rif dan masih banyak lagi. Nuansa rock masih laku saat itu. Kalau band luar negeri dicontoin sama kakak ipar saya metallica dan gun roses. Sedikit aroma dream theater jadi lebih mewarnai masa-masa kuliah.



Motor bebek dua tak
Waktu saya masih sekolah motor-motor yang merajai adalah motor bebek, gak seperri sekarang motor matic. Konon kalau jaman saya dulu ada motor matic akan di ejek. Motor jaman itu masih banyak yang 2 tak dipakai sehari-hari. Seperti F1ZR dan Satria-R. Motor bebek malah berkopling-kopling ria. Yang dibutuhkan waktu itu bukan kenyamanan tapi speed dan gengsi. Sekarang motor 2 tak yang masih dipakai cuma motor laki-laki, Rx-king dan ninja, lainnya motor matic semua.

Iklan motor 2 tak

Model Mobil
Mobil yang saya amati waktu itu bentuknya panjang-panjang, sedan. Berbeda dengan sekarang sepertinya yang ngetrend adalah mobil hatchback, itupun dengan bentuk ruang mesin terbatas. Kemajuan jaman emang mempengaruhi selera orang, dan selera orang pun itu cuma ngikut perkembangan jaman aja.

Model lawas itu kesannya panjang


Akrab dengan kaset
Saya curiga anak sekarang lihat kaset bingung benda apa ini. Dulu nyetel lagu itu pakai kaset, dimasukkan ke tape. Dulu ada mini compo, tape deck, ada amplifier dan equalizer untuk dengerin lagu yang bagus. Beda dengan sekarang yang serba canggih dan digital, equalizer lebih ngatur ke digitalnya. Lucunya dulu saya selalu punya obeng kecil untuk nyetel ketinggian head tape dan selalu punya cara agar kaset tetep bisa didengerin dengan jernih. Walau kasetnya udah tua.

Kaset

Pada saat tahun-tahun 1995 sd 2000 itu beralihnya ndengerin lagu di kaset jadi mp3 di komputer atau handphone. Orang-orang mulai kagum sama era yang berubah tadinya beli kaset yang isinya 20 lagu paling banyak, beralih ke mp3 yang disimpen ke komputer, cd dan handphone bisa ratusan lagu. Era-era perubahan ini unik menurutku, gak semua era mengalami transisi seperti ini. Banyak bisnis rental atau counter hape di mall yang nawarin isi lagu ke handphone. 

Akrab dengan telepon rumah
Telepon kabel saat itu jadi primadona saat belom ada handphone. Kadang kalau ada temen yang gak punya telpon di rumahnya kayanya jadi kurang gaul dan susah dihubungi. Keinget jaman dulu belum ada komunikasi handphone, pas janjian sama temen-temen SMA di malam tahun baru setelah kumpul, pada jalan sendiri-sendiri berpencar, kacau. Itu jaman dulu, sekarang sejak ada ponsel terus komunikasi jadi lebih koordinatif.

Telepon rumah kabel

Bikin Friendster
Kalau gak salah waktu kuliah semester tengah-tengah, diajarin temen bikin fs, singkatan friendster. Semua foto-foto bisa diupload disana. Bisa kirim-kiriman wall disana. Hehe, tapi sayangnya di fs kadang wallpapernya bisa diubah-ubah jadinya malah membingungkan. Friendster sekarang udah bangkrut, jadi website khusus game online.

Friendster

Sekian cerita masa era 90 an versi saya. Emang masa-masa era 90 an ini adalah era yang paling asik dan keren menurut orang yang lahir dan menikmati di masa teraebut. Orang yang lahir di masa sebelum atau sesudahnya gak bakal ngerti atau bilang asik. Mereka punya masa sendiri-sendiri yang asik-asik juga.



Tuesday, March 03, 2015

Fakta tentang stress

Setelah sedikit tahu tentang stress, ternyata stress itu bisa dikelola. Saya enggak mau bahas teori tentang manajemen stress. Kadang ga disadari kata manajemen itu aja sudah bikin stress. Saya hanya mau cerita dan cerita. Karena udah pernah ikut pelatihan kantor tentang manajemen stress. Eh bener gak sih nulisnya pakai huruf "s" dobel apa satu?", stress apa stres?

Multitasking bikin stress
Saya tau apa itu stress dan menyadarinya. Sadar apa? Sadar kalau stress. Apa yang nyebabin stres pada orang ternyata multitasking. Kadang orang malah bangga kalau bisa multitasking, ternyata multitasking adalah sumber penyebab otak kita stress. Memang manusia dikaruniai banyak kelebihan termasuk multi tasking, terutama wanita. Tapi kalau otak digunakan terus bisa stress, tertekan. Ini beda dengan selalu berpikir positif. Dipelatihan menejemen stress ini lebih ke kita ga berpikir apa2, menyadari kalau kita bernapas itu saja. Ujung-ujungnya yoga khan?.

Apalagi yang nyebabin stress, ternyata hal yang simpel. Otak kita ternyata harus istirahat, bukan hanya tubuh. Sepertinya enak ya kalau leyeh-leyeh didepan tivi sambil pegang gadget. Misalnya sambil lihat acara tivi yang channelnya ratusan, yang kadang kita milihnya aja bingung karena bagus semua. Belum lagi sambil memonitor sosmed yang ada di genggaman kita.

Mungkin kita berfikir bahwa semua ini adalah hiburan, kalau kita gak ada semua tadi gak bisa refreshing pikiran kita. Tapi menurut pelatihan stress, semua itu malah membebani otak kita, karena harus selalu berfikir, berpikir dan berpikir. Karena otak kita selalu saling kait-terkait.

Toh sewaktu jaman dahulu manusiapun akan baik-baik tanpa semua itu. Itu yang dimaksud tanpa sosmed, teknologi, tv dan lain-lain. Begitu kata pelatihan manajemen stress.

Update info bikin otak stress
Pas kita dolanan internet baik di gadget maupun di notebook, pasti banyak itu tab tab yang terbuka di browser kita. Terkadang iklan-iklan yang bermunculan bikin menuhin otak kita. Update-update status rekan-rekan kita, yang tadinya misal kita gak tau status itu fine-fine aja, sekarang jadi mikir. Misak begini, "oh ternyata si budi jadian sama si Ina", atau "wah sekarang anaknya udah dua", atau "ternyata si bloon itu sekarang malah jadi PNS", muncul semua itu di benak pikiran kita. Jadi ruwet. Belum lagi berita-berita gosip yang ada di running text di televisi, atau bahkan info kurs dollar yang semakin menguat. Itu juga bikin stress.

Istirahat badan tapi
bukan pikiran

Nah disini pelatihannya ngajarin kita kalau bekerja-bekerja dan kalau istirahat ya istirahat. Istirahatkan raga plus otak juga, bebaskan dari info-info yang cepat mengalir dan menuhin otak kita.

Bener sih kadang kita akan kurang fokus jika kurang beristirahat, pas dikantor mikirin dirumah, pas dirumah pikirannya beratnya kerja. Jadinya enggak dapet dua-duanya.
Agar pikiran kita bisa fokus lagi, berbagai tips dari trainner manajemen stress mas adjiesilarus, salah satunya adalah yoga. Hal lain yang lebih mudah adalah aktifitas fisik yaitu jalan kaki. Mudah, sehat. Ditarget kudu jalan kaki 20 menit sehari dengan syarat harus diluar ruangan. Karena terkadang kita itu ga pernah sadar kehidupan itu didalam ruangan, kita ga pernah di alam bebas. Padahal hakekatnya manusia dan alam diciptakan selaras. Eh iya baru nyadar beneran lho bisa dibayangkan kalau aktifitas sehari-hari saya dirumah, berangkat kantor didalam mobil, bahkan keluar mobil di basement kantor langsung ke ruangan kerja, pulang naik mobil lagi sampai rumah, kapan badan ini akrab dengan alam.

Latihan pernapasan
Entah ini yoga apa bukan, sedikit meditasi akan membuat pikiran fresh. Waktu singkat, bermanfaat. Bisa dilakukan di sela-sela kesibukan.

Caranya begini, duduk tegak dengan kaki bersila, kaki kiri diatas kaki kanan, atau bisa juga sebaliknya. Pokoknya senyaman mungkin. Kenapa kudu duduk tegak, karena biar enggak ngantuk. Tujuannya pernapasan, bukan tidur pemirsa hehe.

Posisi duduk tegak
Langkah selanjutnya mari bernapas dengan perut, bukan dengan dada. Alasannya karena bernapas dengan perut itu akan menghemat energi, berbeda dengan bernapas dengan dada akan menguras tenaga. Emang sih bisa dibayangkan tanpa kita sadari kadang kita sering napas pakai dada, disamping untuk penampilan biar perut gak gendut atau biar kelihatan dadanya bidang. Semua itu dikesampingkan dulu, karena jujur bikin gak nyaman, biarin aja perut kelihatan gendut.

Ciri-ciri bernapas dengan dada, kalau dilihat bahu kita akan naik turun, bisa dirasain dengan tangan. Kalau bernapas dengan perut bahu kita tetap posisinya, yang mengembang dan mengempis hanya perut.
Nah setelah tau cara bernafas yang efisien mari lanjutkan dengan tarik napas dan buang napas.

Dengan posisi duduk ini, pejamkan mata, tangan diatas paha, telapak boleh mengadah ke atas boleh menghadap bawah senyaman anda. Lalu saya dipersilahkan tarik napas perlahan-lahan, disuruh nahan beberapa saat, dan keluarkan, hembuskan namun perlahan juga. Saat bernapas otak kita disuruh membayangkan hanya merasakan udara yang melewati rongga-rongga pernapasan, hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Katanya pikiran itu seperti kera, meloncat-loncat. Terlanjur bayangin kera, maksudnya artinya pikiran kadang lompat ke bermacam-macam, bisa permasalahan, seseorang, dan lain-lain. Tarik lagi pikiran ke hanya pernapasan. Susah namun bisa dilatih. Hem bener dengan gini jadi sadar ternyata pikiran manusia ruwet dan kadang kudu diistirahatkan barang sejenak saja.

Setelah 15 menit latihan meditasi tadi saya jadi tahu pentingnya mengistirahatkan badan dan pikiran.

Si mas adjie ini cerita pengalamannya ketika seringkali dia mengeluh adanya syarafnya yang kejepit sewaktu kuliah tanpa ada sebab. Bahkan disuruh operasi sama dokter dengan kemungkinan berhasil fifty-fifty. Menakjubkan juga setelah bermeditasi seperti ini penyakitnya berangsur hilang. Bisa juga penyakit yang banyak menyerang manusia karena stress yang menumpuk dan gak disadari. Kronis!

Namun meditasi mas adjie ini istimewa, dilakukan selama 5 hari dalam sebulan. Terus menerus tanpa berhenti dan hanya istirahat tiap 45 menit. Tapi tetap makan, minum, ibadah. Penyakitnya sembuh total.

Menggambar: Salah satu sesi
pelatihan
Pengalaman training ini saya tulis dan sayang dilewatkan dan bermanfaat. Demikianlah, mulai sekarang kelola stress dengan bijak yuk.

Monday, March 02, 2015

Bersabar menunggu..

Saya beranikan untuk menulis ini. Sebenarnya karena hal ini tabu atau topik yang paling dihindari dalam pembahasan saya. Setelah menikah pada tahun 2010 bulan oktober, tanggal 24. Sekarang ini bulan maret 2015. Masih inget banget kejadian itu berlangsung indah, itulah moment terindah dalam hidup saya dan bagi setiap orang yang pernah mengalaminya. Waktu itu pernikahan terjadi antara saya dan istri bertempat di depan rumah mempelai wanita, sukoharjo.

"Siapa yang enggak seneng bisa nikah?" ujarku waktu itu. "Ini momen terbesar dalam hidupku, aku bersyukur sekali" ujarku pula. Enggak kebayang saya dari keluarga ya biasa-biasa saja dengan bermodal pekerjaan sekelas outsourching di sebuah perusahaan telekomunikasi waktu itu.

Masih juga saya juga terkenang-kenang saat memikirkan hal itu. Disaat temen-temen lain waktu itu juga belum semua menikah. Seperti kebanyakan orang, setelah acara pernikahan masih rajin mampang foto di media sosial waktu itu, entah waktu itu emang masih narsis beda dengan sekarang. Sekarang gak pede. Namun terus terang saya pun masih takjub waktu itu bisa terselenggara dengan lancar, entah kalau saat itu saya enggak nikah, gak kebayang sekarang jadi apa.

Cover nikahan saya yang dulu
sering saya pajang di sosmed

Namanya nikah ibaratnya kapal baru mulai berangkat berlayar. Intinya kehidupan yang sebenernya diriku adalah baru mulai saat nikah. Memang keadaan berubah lebih menyenangkan, punya saudara baru karena menghubungkan silaturahmi antar dua keluarga.

Apa artinya pernikahan bagi saya
Menurut pandangan saya, tiap pasangan yang nikah memiliki kehidupan yang beda-beda pula. Ada yang setelah nikah seakan kehidupannya tambah merana ada pula yang setelah menikah kehidupannya senang-senang terus. Entah apa itu pilihan hidup yang jelas tujuan menikah untuk menyempurnakan ibadah menurut agama yang saya anut. Ada yang setelah nikah memiliki rumah sendiri, ada yang ikut ortu atau mertua, ada juga yang setelah menikah malah LDR, namun tiap pasangan punya rencana sendiri-sendiri yang merupakan usaha untuk mencapai kebahagiaan.

Namun ternyata omongan orang itu sangat berpengaruh dalam kehidupan. Ini klasik ya, semacam "kapan lulus kuliah?", "kapan nikah?", "sudah punya anak belom", "punya anak berapa?", "kerja dimana sekarang?", pertanyaan-pertanyaan yang mudah terucap namun susah dijawab bagi yang sedang mangalaminya secara tidak mulus. Sedangkan hidup itu seperti jalan, kadang gak selamanya mulus terus.




Belum dikaruniai anak
Ternyata nasib yang diberikan Alloh SWT kepada saya setelah menikah adalah belum diberikan keturunan sampai sekarang, kalau dihitung-hitung dari tahun nya udah 5 tahun (2010 sd 2015), tapi sebenernya belum ada 5 tahun karena belum bulan Oktober. Nasib seperti ini sudah saya khawatirkan sejak saya belum nikah, kekhawatiran seseorang manusia apabila tidak dikaruniai seorang anakpun. Nasib pasangan itu rasanya menyedihkan lebih dari pasangan yang miskin tapi masih punya anak.

Sejak setelah menikah dulu, istri saya sudah langsung hamil. Kata orang wah "ces pleng", alhamdulillah. Namun kehamilannya yang pertama gagal karena keguguran. Usianya cuma 11 minggu, belum lewat tri semester pertama. Sekarang ini kalau denger pasangan yang "ces pleng", teringat kejadian tempo dulu, saya agak sedih. Kebahagiaan yang tertutup kesedihan.

Tidak tinggal diam, dokter menyarankan untuk test TORCH, setelah mengetahui hasil test dokter mengatakan aman untuk hamil kembali setelah 2 kali menstruasi. Saya juga lega, akhirnya istri saya setelah 6 bulan sudah isi lagi. Saya berpikir karena kadang kehamilan juga bisa gagal, semoga kehamilan kedua istri saya normal.

Sayangnya setelah berjalan kehamilan yang sama 11 minggu, istri saya kembali ngeflek, dan keguguran. Hati ini rasanya seperti disayat. Sedih berulang, istri saya seperti tidak punya harapan hidup. Dua kali hamil dan gagal, operasi kuret yang kedua kalinya ini juga seakan membuat istri saya cape banget.

Saya juga ga ngerti kenapa Alloh belum ngasih saya keturunan sampai saat ini, bahkan setelah kehamilan yang kedua waktu itu sekarang ini udah lama istriku tidak kunjung isi lagi. Mungkin kami berdua juga masih shock.

Shock dan stress juga mempengaruhi kehamilan, banyak juga yang bilang kalau kandungan istri saya lemah. Padahal kalau saya logika bisa saja kualitas sperma saya yang kurang mumpuni. Mengingat kerja saya adalah shift dan sebagian besar malam. Saya juga sempat berfikir apa kerjaan saya yang salah karena bisa dihitung intensitas saya bertemu istri walaupun satu rumah. Saat saya pulang kerja, istri saya pergi untuk bekerja, saat bertemu adalah saat untuk tidur saja.

Kalau kerja shift adalah hambatan, mengapa teman-teman kantor yang sama berkerja shift mudah mendapatkan keturunan?, saya juga gak habis pikir apakah mungkin mereka bekerja shift seperti ini baru beberapa tahun, sedangkan saya sudah shift malam sejak tahun 2007?. Emang bekerja shift malam itu sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan.

Saya beritahu nasib pasangan yang sudah lama belum dikaruniai keturunan, biasanya karena dua hal,

Yang pertama karena dari awal belum pernah hamil, yang kedua karena sering keguguran. Kedua-duanya tidak ada yang mending, semuanya bukan pilihan yang menyenangkan. Alangkah bahagianya kalau setelah menikah mereka langsung diberi keturunan dengan lancar, dan terkadang hal itu bukan termasuk nikmat yang mereka  syukuri.

Bersyukurnya belum punya keturunan setelah lama menikah itu banyak dinasehati sama orang-orang, kadang-kadang bagus buat introspeksi diri. Walau kadang nasihat itu gak rekomended, bahkan nasehat itu berubah jadi ejekan atau ternyata sekedar buat bahan cemoohan. Terkadang bentuk omongan orang secara tidak sadar akan menyinggung seseorang lain namun yang bersangkutan gak menyadarinya, itu biasa.

Belum punya keturnan lama setelah nikah, bagi pria rasanya enggak jantan banget, malah lebih parah jika dibanding status jomblo atau gak laku. Ini sudah dinikahin, koq ga ada buktinya, bisa aja dianggap mandul, ga jantan, gak perkasa, ga ces pleng paling parah diragukan status gendernya karena belum ada pembuktian.

Belum punya keturunan lama setelah nikah bagi wanita akan lebih menyakitkan ketika si ibu-ibu muda berkumpul, kadang mengeluh kesahkan sulitnya atau beratnya hidup memiliki anak banyak, susu mahal, repot dan sebagainya. padahal mereka ga nyadar kalo terdengar sang istri yang belum diberikan keturunan akan menyakitkan.

Orang gak bakal merasakan apa yang dirasakan pasangan seperti ini. Pasangan yang nikah langsung dikaruniai anak, ga bakal mikir atau ngerasain rasanya nikah lima tahun belum dikaruniai anak.

Pasangan seperti saya belum dikaruniai anak selama lima tahun menikah mungkin ga pernah merasakan rasanya mereka-mereka yang sudah puluhan tahun belum dikaruniai anak.

Jalan mengadopsi anak juga bukan hal yang mudah bagi kami, saya belum punya rumah sendiri dan gak ingin merepotkan ortu.

Mempelai

Ya sudah saya juga gak mau ngeluh terus, yang penting saya pingin nutup lembaran-lembaran nasib-nasib yang lalu, membuka lembaran baru. Saya gak akan menengok terlalu ke belakang karena takut leher saya patah, yang penting masa lalu adalah bahan introspeksi, ga terlarut dalam kesedihan. Toh Alloh SWT itu memberikan kami nikmat dan rejeki yang banyak buat kita, semoga pada saatnya nanti semuanya akan indah seperti yang banyak orang bilang.

Saya akan anggap saya manusia baru, pasangan baru, usaha baru bersama pasangan-pasangan lain yang baru. Saya gak akan lelah berusaha dan mempertahankan kelurga yang hendak saya bentuk ini. Walau sekarang masih berdua saja. Ga ada kata terlambat, gak ada kata lama bagi saya yang sudah terbiasa mendapatkan sesuatu dengan berjuang. Saya akan pasrah, saya siap jika sudah waktunya diberi kepercayaan sama Alloh SWT dan saya gak akan pernah berhenti meminta pada Nya.

Wednesday, February 25, 2015

Nekat ke Taman Lele

Mengapa judulnya nekat ke Taman Lele?, soalnya udah banyak yang bilangin saya Taman Lele itu jelek. Gini nih kata mereka "heh nopo meh ning taman lele, elek ndes", adalagi teman saya yang satu lagi bilang "taman lele meh opo, meh mbojo?". Intinya temen saya tadi bilang taman lele itu jelek, dan satunya lagi bilang kalau taman lele itu buat mojok pacaran.

Bahkan gak cuma temen-temen saya di dunia nyata yang bilang taman lele itu ga ada apa-apanya. Berbagai blog di internet pun bilang kalau disana wisata yang kurang diperhatikan pemerintah. Kalau ga percaya googling gambar aja dengan keyword "taman lele semarang", semua gambar dijamin sepi, gak ada pengunjungnya.

Walau begitu, yang namanya tempat itu jeleknya seperti apapun, bagi saya sendiri belum pernah sedikitpun berkunjung ke tempat itu. Pernah ada temen saya yang dari magelang tanya tempat wisata taman lele itu mana, saya cuma bisa nunjuk ke arah barat. Digimana-gimanain juga belum pernah kesana. Ini sumber niat saya pengen nyambangi taman lele, karena belum pernah sedikitpun. Padahal tempat wisata yang jauh-jauh pun rela ditempuh.

Lucu lagi, salah seorang teman saya ketika ngobrol, ngakunya dia memasukkan taman lele ke dalam karya tulis skripsinya karena tema penelitiannya adalah tempat wisata. Tapi dia sendiri belum pernah menginjakkan kakinya di sana. Karena polosnya juga ketika dia ditanya dosen pembimbingnya, ngapain juga dia jujur kalau belum pernah kesana. Hahaha...

Seperti yang sudah-sudah saya putuskan untuk mengunjungi tempat wisata itu, yeah semangat. Singkirkan dulu kata-kata negatif di benak pikiran saya. Sebelum berangkat saya sudah melihat di peta untuk mencari denah lokasi taman lele. Oh ternyata dekat dan dipinggir jalan. Setelah mempersiapkan jaket dan helm serta mengajak istri tercinta, berangkatlah sore itu ke taman lele.
Arah taman lele tepatnya di sebelah barat kota semarang, jalan Semarang-Jakarta, setelah RS tugurejo, kiri jalan kalau dari kota. Malah hampir kelewatan. Agak kecewa sih karena lokasinya terlalu deket, tahu gitu gak usah pakai jaket. Hehe.

Dari jalan raya terlihat halaman luas dan gapura besar bertulis "Kampoeng Wisata". Nah inikah taman lele itu? Kesan pertama bagus juga, asri. 


Tampak depan

Okelah, hal pertama adalah masuk ke lokasi cari parkiran buat motor. Setelah tengak-tengok sana-sini, disalah-satu sudut halaman sebelah kanan ada motor-motor. Saya pikir ini adalah tempat parkirnya. Tapi kalau ini dibilang parkiran juga motornya terlalu sedikit. Apa gak ada pengunjungnya, sore-sore gini?.  Semakin saya bertanya-tanya.

Dihalaman terlihat beberapa kios penjual yang tutup. Hanya satu yang terlihat adalah penjual nasi padang. Oke mari lanjutkan, setelah saya mengikat helem dan jaket di motor, kami berdua berjalan masuk ke area kampung wisata. Disebelah kiri halaman ada tulisan "Hotel Kampoeng Wisata Taman Lele Semarang ooh ternyata ada penginapannya juga yah, nampaknya disetting lengkap oleh pengelola daerahnya.

Ada hotelnya

Kesan masuk pintu depan, rasanya emang seger banget, karena suasana semacam taman luas, pohon-pohon *pohon apa'an ga mudeng* yang menjulang tinggi, bernuansa hijau, dan banyak vegetasi serasa masuk ke hutan wisata. Disebelah kanan tampak adanya loket, menurut informasi di google, loket masuknya murah hanya 3000 per orang. Saya dekati loket bermaksud untuk membeli tiket masuk, dengan pede nya saya bilang "buat dua orang mas mbak",, namun *krik-krik* sepi ga ada jawaban. Agak mendekati kaca loket, saya arahkan pandangan agak lebih dalam, oh ternyata dalamnya ruangan kantor yang panjang, terlihat ibu-ibu pakai daster sedang menghadap berlawanan dengan saya. Saya panggil "buk, ibuk", sambari mengetuk-ketukkan batang kunci Revo saya di kaca, suaranya *tek tek tek tek*, cukup keras.

Nampaknya ibu-ibu itu juga ga dengar, malah metentengin tangan lagi ngomong sama orang lain. Saya malah jadi ragu apa emang bener ini ibunya si jaga loket, jangan-jangan emang bukan tugasnya jaga loket jadi cuek-cuek aja. Saya pikir berarti ini sudah mau tutup atau bebas masuk, karena udah sore. Karena sebel banget dicuekin, saya bablas aja melenggang ke dalam, sambil bilang ke istri saya "tiketnya ga bayar kali, ga ada orang".

Okelah saya masuk ke dalam kawasan Taman Lele, baru beberapa langkah dipanggil suara ibu-ibu, "mas-mas". Akupun noleh "eh iyaa buk, ada apa", belagak bloon. Ibunya bilang "tadi masnya yang ngetuk-mgetuk ya mas?".
"Oh iya bu,kenapa?" masih belagak bloon. Ibunya bilang, "bayar tiket dulu!". 

Kampret banget ternyata dia denger saya ketuk-ketuk tadi, kalau denger napa ga langsung respon?, parah banget kesan pertama pelayanan publik disini.
Setelah bayar loket 6000 untuk 2 orang, saya masuk dan mulai ingin menikmati pemandangan yang sejuk ini. Saya gambarin ya suasana disini, ketika masuk lokasi Taman Lele sepi banget, malah ketemu anjing mengenaskan entah piaraan siapa disana, dia ramah menyapa saya sebagai tamu. 

Saya pun menanggapi sapaan anjing lusuh itu, "halo anjing, kamu lagi apa di pojokan?", setelah saya tanya gitu kok malah perilakunya jadi aneh. Moncongnya ini malah diarahkan ke bagian bokongnya sambil sesekali lihat wajah saya, matanya memelas, bunyinya "nguik-nguik". Beberapa kali gitu, seakan kalau misal dia manusia dia mau nunjuk pakai tangan di bagian bokongnya, tepatnya kemaluannya. Hei, kayanya aneh banget ni anjing. Gusar banget dia. Saya berpikir apa ada sesuatu di anunya si guk-guk ini, apa dia sakit. Nampaknya dia baik-baik saja, terus napa yah, oohh aku tau, sepertinya kalau kucing saya begini dulu dia minta kawin atau habis lihat kucing cewek. Yah kesimpulan saya ni anjing minta dikawinkan, atau mau minta kawin sama saya. ±}§×÷π{]℅℅Δ arrgh.

Selanjutnya, niat saya adalah berjalan ke semua sisi lokasi taman lele ini. Saya lihat ada jalan memanjang lurus kedepan dan dikanan-kirinya taman berumput hijau. Didepan menghadang pohon-pohon tinggi nan sejuk. Dikiri jalan saya lihat ada semacam kolam luas, seperti kolam pancing. Iya ini mungkin isinya lele kali. Disudut-sudut kolam terlihat dilengkapi gazebo untuk tempat duduk-duduk.


Kolam pancing


Saat itu ada beberapa orang pemuda sedang mancing dan kongko-kongko, mereka terlihat malah seperti dari kampung-kampung sebelah aja. Melihat jumlah mereka ga sama dengan motor yang ada diluar yang hanya sedikit, saya yakin mereka datang dengan berjalan kaki.

Kami berdua jalan malah yang jadi perhatian mereka, malah saya ngerasa orang asing. Kenapa ya dipikiran saya sepertinya mereka juga jarang ngelihat pengunjung, bener-bener deh parah.

Jalan berpaving nyaman

Disebelah kanan ada kurungan, wah ternyata ada satwanya juga, isinya burung kalkun kalau ga salah identifikasi, hehe. Kasihan juga kondisi kandangnya lagi-lagi mengenaskan. Hewan lainnya yang saya temukan lagi asik bergelantungan yaitu monyet satu ekor. Cuma itu, hedewh. Ga tau anjing yang tadi nyambangin saya itu termasuk kehitung satwa disitu enggak.

Oiya disitu ternyata juga tampak ada kolam renang, tapi kelas buat jeburan anak-anak, terlihat ada permainannya. Kalau kita teruskan jalan di rute itu sampai seperti sebuah taman yang ada ayunan dan semacamnya. Disana saya ngelihat ada pengunjung lain, ini yang membuat lega. Pengunjungnya muda-mudi gak jelas tujuan mereka hanya berduaan sepertinya. Bukan foto-foto.
Yang menarik perhatian saya adalah semacam pohon besar yang dibawahnya ada gua dan airnya, entah apa namanya mungkin ini mata air. Ada kok cerita di balik ini, sebentar ya saya browsingkan dulu. Hehe. Nah ini dah ketemu,

***Dikutip dari suaramerdeka.com, nama Taman Lele ternyata berkaitan dengan sejarah tempat itu. Konon sebutan Taman Lele muncul karena ada kolam yang dihuni beberapa ekor lele. Kolam yang ada di bawah pohon besar itu, bagi orang awam sepintas biasa-biasa saja. Namun bagi orang-orang yang punya daya linuwih, bisa melihat bahwa kolam itu dihuni pula oleh lele siluman. Kepalanya seperti lele-lele pada umumnya, tetapi tubuhnya hanya terdiri dari duri.

Air kolam itu berasal dari sebuah mata air yang persis berada di kaki bukit. Konon, dulu air dari tempat itu sering digunakan warga sekitarnya untuk keperluan hidup sehari-hari. Bahkan, sawah yang dulu berada di sebelah utara jalan raya, juga mendapat aliran dari tempat tersebut.

Mata air itu dipercayai warga dihuni seorang siluman, bernama Sarinah. Oleh warga, nama itu kemudian biasa disebut Nyi Tuk Sari. Tuk adalah bahasa Jawa yang berarti sumber mata air.

Setiap kali akan punya hajatan mantu, warga sekitar taman selalu datang dan sambil membawa sesaji. Mereka percaya, jika hal itu tidak dilakukan, acara yang diadakan tidak akan berhasil.

Mata air tersebut memang dipercaya bisa mendatangkan berkah. Karena itulah, pada malam-malam tertentu, seperti Jumat Kliwon, banyak yang mencari berkah di tempat itu***

Nah setelah browsing dikit tentang taman lele, saya nerusin ke jalan setapak yang disediakan suasananya semakin diterusin semakin liar, agak menakutkan kalau saya bilang. Bahkan ketika mau diteruskan jalan berpaving yang tadinya buat jalan-jalan enak sekarang jadi tambah rusak dan malah berubah jadi jalan setapak. Ada jalan yang berbelok agak mendaki dengan anak tangga yang tak beraturan, bikin males aja, tampaknya ada lokasi diatas. Jelas gak ada yang menarik diatas sana, kecuali mau uji nyali pas malam-malam, cocok deh.

Masih dalam nuansa terbengong-bengong melihat jalan setapak yang menuju tempat antah berantah, saya pun memutuskan untuk menyerah, mengakhiri semua perjalanan dan keingintahuan saya. Yah emang apa yang bisa diharapin dengan uang 3000 jaman sekarang. Tiket murah, gini-gini doank, dapat hiburan bagus, ngimpi.

Sesaat setelah memutuskan untuk pulang, saya berdua disapa sama ibu-ibu yang berjalan ke arah kami. Dia menyapa "mas, naik sana ke atas, itu masih ada tempat diatas". Istri saya polosnya nanya "diatas ada pemandangan apa buk?"
Si ibunya jawab, "ya kayak gini ini tapi diatas" ibunya sambil jalan ke arah jalan setapak antah berantah.

Istriku nanya ke ibu-ibu itu "lha ibuk sekarang mau kemana?", si ibu menjawab sambil tertawa "saya mau pulang, itu rumah saya lewat situ bisa". Oh ternyata jalan itu tembus perkampungan belakang area taman lele. Bener dugaan saya pemuda-pemuda yang tadi banyak pada nongkrong dan mancing itu pasti asalnya dari jalan setapak ini, dari belakang, gak mungkinlah mereka dengan culunnya bayar lewat loket seperti saya dari depan.

Seraya sambil pergi ibunya dengan ramah nawarin duduk-duduk diwarungnya. Oh saya paham dia punya lapak disana, bahkan kata dia kalau siang tadi saya nyewakan tiker.

Oh saya jawab "oh terimakasih bu, gak usah" Sambil meninggalkan kami si ibuknya masih nyahut "dah naik aja disana mas, masih ada tempat diatas,, jangan disini!" agak ada nada penegasan.

Saya kurang faham perkataan ibuknya yang terakhir "jangan disini", saya masih belum paham karena pikiran saya selalu positip. Mungkin dia mau bilang jangan jalan-jalan sampai sini aja mas, diatas pemandangannya bagus.

Setelah si ibu nya ga nampak lagi, kata istri saya dia ngelihat pergerakan sesuatu di atas lokasi kami berdiri. Kalau saya sih karena mata cenderung burem karena minus. Sepertinya emang ada orang dikawasan atas kami berdiri, iyah bener ada orang berduaan mojok, ketutupan semacam plastik MMT. Ooh barusan saya maksud ibuknya tadi mungkin akan mbilangin saya yang belum pernah kesini mau pacaran, atau *mesum* itu jangan di sini, ini tengah jalan, iya jalan pulang rumah saya. Itu maksud ibunya tadi.

Hedeh belum lagi nemu apa bagusnya tempat ini malah udah nemuin yang jelek-jeleknya. Dengan niat yang lebih mantab saya pulang deh, ternyata emang bener kampung wisata ini buruk. Saya sudah buktikan sendiri. Sangat disayangkan, harusnya pemerintah setempat lebih mengurusi tempat-tempat yang berpotensi gini. Dengan langkah gontai saya pulang deh, yang penting udah pernah menginjakkan ke tempat ini dan cukup sekali. Harusnya pemerintah bikin-bikin event menarik disini, seperti kuliner durian, atau kumpul-kumpul pecinta satwa. Jangan dangdutan. 

Tuesday, February 24, 2015

Hutan Mangrove Morosari, Wisata yang Sedikit Ambigu

Hari Jumat siang, seperti biasa cukup panas bagiku di kota Semarang ini. Sejak kemarin udah pingin aja pergi ke suatu tempat yang enggak jauh, juga enggak cuman ngemall-mall aja. Akhirnya pilihan jatuh pada budidaya mangrove di morosari demak. Beberapa temen yang sudah pernah kesana sih, tapi saya baru sempet aja kesini.

Apa mangrove?
Tanaman ini sebenarnya sengaja ditanam di sabuk-sabuk pantai karena hubungannya dengan erosi. Lebih menariknya lagi banyak satwa-satwa seperti bangau yang menjadi habitat magrove itu. Entah apakah yang dimaksud mangrove itu sama dengan bakau.

Di mana letak tempat wisata ini?
Setelah nyari-nyari di berbagai blog dan map, ternyata lokasinya dekat banget di kelurahan Bedono, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Dari Simpang Lima kota Semarang terhitung 40 menit sampai ke lokasi dengan kecepatan rata-rata 50 km jam naik motor. Oiya lokasi ini lebih cocok jika naik motor saja karena walau dekat tapi jalannya yang jelek dan berlubang, jika ditempuh naik mobil akan memakan waktu yang lebih lama. Pas saya kesana naik Honda Revo dengan berbekal bensin 15 ribu pulang pergi.

Memang wisata ini masih belum terlalu banyak diminati oleh banyak orang, terlihat dari jumlah pengunjungnya yang masih tergolong tidak banyak. Tapi ada yang bikin sedikit ambigu dengan wisata ini. Pertamanya saya enggak tau yang namanya menariknya wisata mangrove ini uniknya dimana, menikmati sejenis pantai seperti pantai-pantai biasa, jalan-jalan di hutan mangrove atau naik perahu?

Karena enggak tahu ya udah langsung hajar aja, saya berangkat dengan istri saya naik motor jam 15.00. Berbekal info dari internet (yang ternyata ga berguna sama sekali), perjalanan menuju arah timur yaitu Sayung Demak, sore yang cukup macet karena jam pulang kerja, setelah melewati jembatan kembar,

Gapura kab demak

Tidak jauh dari sana ada masjid megah di kiri jalan yang ada jembatannya, disana ada gapura besar bertuliskan Pantai Morosari. Wah dekat dan mudah sekali petunjuknya, dengan melihat dari papan petunjuknya yang besar dan jelas seperti ini udah terlintas kalau wisata ini cukup dikenal dan dikelola baik oleh pemerintah kabupaten setempat. Amin.

Gapura Selamat datang

Sebelum lebih jauh masuk ke lokasi, saya beli dulu air minum sambil menanyakan ke penjualnya apakah pantai morosari itu masih jauh kiranya. Si mbaknya jawab 15 menit mas. Okeeh deh, mari lanjut, hari sudah semakin sore, kirain saya akan kesulitan untuk dapetin air minum kalau udah masuk ke tempat yang terpencil, ternyata saya salah sepanjang jalan banyak toko dan warung. Warga sekitar situ ternyata banyak yang beraktifitas jual beli dan warungan, ciri khas penduduk pantura.

Setelah seteguk teh pucuk harum mendinginkan tenggorokan yang gerah sejak tadi, saya mulai menikmati jalan yang mulai bergelombang. Ada jalan yang sudah dibeton halus, tapi ternyata saya kecewa karena lebih banyak jalan yang berbatu. Hehehe. Jalan berlubang ini mungkin akan menyulitkan jika anda menggunakan mobil sejenis sedan. Ga kebayang kalau saya bawa Timor tadi, bisa-bisa sampainya habis Isya, hehe. Terlihat Toyota Rush yang ground clearance nya tinggi, tampak kesulitan. Ini belum kalau kondisi hujan, bisa seperti nonton off road. Yah motor masih lebih merajai dijalanan. Kelihatan banget saya pengendara motor dari luar yang berhelm dan berjaket, apalagi berplat AD, semakin membedakan dengan warga sekitar yang berseliweran pakai topi kebalik dan ada juga yang pakai sarung.

Kanan kiri jalan tampak pemandangan air dan tanaman-tanaman semacam bakau atau mangrove. Kanan kiri jalan masih tetap banyak pemukiman. Jalanan masih sempit, mungkin akan kesulitan jika ada dua mobil yang bersimpangan, kudu sabar. Terlihat pengendara motor penduduk setempat yang sepertinya sudah ahli menghindari lubang-lubang jalan karena sudah terbiasa. Sepertinya mereka main merem aja naik motornya karena udah hapal lubang-lubang busuk itu.

Ada papan beginian, emang buat konsevasi mangrove

Setelah melalui jalan yang parahnya minta ampun ini, tiba di sebuah persimpangan jalan, dan terlihat jembatan yang cukup besar berwarna biru. Ini yang bikin sebal dan tidak bertanggung jawab, tadinya ada gapura besar petunjuk pantai, sekarang ini ada perempatan dan ga ada petunjuk barang sedikitpun. Iyah, brengsek banget ini pemerintah daerah busuk mana yang sengaja bikin tidak ada petunjuk jalan yang memperjelas tujuan wisata unggulan daerahnya sendiri. Bahkan sampai sejauh ini juga saya belum terbayang Morosari itu apa. Kadang pernah mikir arti morosari itu "moro = datang", "sari = teman saya", jadi artinya datang ke rumah Sari, Hedeweh..

Dah lah dari pada kaya orang bingung sendiri, mari pakai logika. Saya sendiri bingung logika saya ada di dengkul atau di leher. Logika saya mengatakan kalau ga ada petunjuk kanan atau kiri berarti ya masih terus aja. Tapi emang bener jalan semakin kecil dan menurun sepertinya udah mau sampai. Tapi ternyata masih cukup jauh juga sih perjalanan dan akhirnya tiba di sebuah tempat yang tampak berportal dan ada loketnya, disebelah loket nampak ada motor diparkir menandakan ada yang jaga. Nah akhirnya tibalah saya di suatu tujuan, ini lah pantai Morosari. Ohh ternyata benar, morosari adalah pantai, asiik.

Terlihat ada mas-mas bertopi yang jaga loket masuk, ciiit rem depan belakang masih berfungsi baik dan saya berhenti tepat didepan loket masnya jaga. Sambil tangan bersiap-siap meraih dompet, saya tanya "berapa mas?", si emas menjawab "2 orang 14ribu"

Oh, ternyata ada tulisannya 7000 per orang. Lalu saya tanya lagi "ini lokasi parkirnya mana mas" maksud hati biar dia agak jelasin dikit. Ternyata sesuai perkiraan saya mas nya jawabnya standar' "parkirannya bebas mas satu area ini".

Saya bingung, soalnya pas saya pingin ke pantai ini seperti di foto facebook pajangan kawan yang foto-foto di antara hutan mangrove, di semacam jembatan panjang. Kok saya gak lihat blas ada area panjang atau jembatan disini. Ya emang gak salah namanya pantai, saya hanya lihat pantai seperti biasa. Lokasi yang super sepi dan ga ada gairah wisata kalau saya bilang. Terlihat hanya beberapa pemuda pemudi datang dan nongkrong disebelah motornya dengan tujuan berduaan. Aduh saya jadi bingung.

Tanya si emas penjaga loket ini kayanya bukan hal yang banyak membantu, tapi bolehlah karena ga ada orang lain. Saya nanya "lo mas hutan bakaunya dimana?", lalu si mas loket jawab "kalau mau ke hutan bakau naik kapal mas dari sini".

Lalu istri saya nanya "berapa naik kapal mas", si mas loketnya jawab "naik kapal 100ribu", jawabnya sambil wajahnya ngadep laut, Entah ini tanda apa, pertama pikiran saya sepertinya udah lama gak pernah ada yang naik kapal beginian, dan yang kedua mungkin dia mikir gak mungkin saya minat atau bahkan dia ngira saya gak mampu buat naik kapal 100ribu. "perkiraan dia tepat"

Okelah saya muter dulu area di lokasi pantai, sambil cari-cari yang menarik. Saya lihat parkiran motor yang kosong melompong. Resto yang menjorok ke laut yang ga keurus, dan ada beberapa mainan sepeda air yang tampaknya lusuh lama ga digunakan. Hmm menarik nih, ternyata ga ada apa2 disini. Saya nyoba duduk di salah satu sisi area pantai tersebut, wah rasanya malah gak nyaman serasa mau mojok. Masa mojok? gini ga inget umur apa.

Pantai Morosari

Lalu saya memutuskan untuk mengorek info dari ibu-ibu yang sedang nyuapin anaknya yang sejak tadi saya perhatikan. Hampiri dan sapa "ibuk, kalau mau ke magrove itu lewat mana ya", saya kira ibunya akan ramah menjelaskan, ternyata sama saja dia menjawab "ke sana naik perahu mas, sewa perahu". Ah sama saja nih penjelasan ibunya, sama-sama gak bagus, apa mungkin karena raut wajah saya ini macam kertas ditekuk-tekuk. Lantas saya berniat keluar dari tempat yang ga ada soul nya itu, males. Sebelum keluar saya lewat loket dan dipaksa-paksain buat tanya lagi masnya walaupun ga mood banget deh, "eh mas, kalau mau ke hutan mangrove yang jalan aja itu liwat mana yah?" dengan lancar dia jawab "disana mas keluar ada jambatan tar kiri, terus sampingnya sini naik motor aja, karena masih jauh jalannya, itu arah makam". Buset kenapa dia tadi bilangnya naik perahu kalau mau ke mangrove. Jembatan itu kan yang tadi gak ada petunjuknya, sial.

Sialan juga, dia bilangnya kalau kita udah keluar dari situ, kalau misal dia bilang dari tadi mungkin gak mustahil saya bakalan gak jadi masuk ke pantai itu, apalagi bayar. Bukan maksud saya pelit, tapi saya merasa dibodoin. Emang gada yang salah sama wisata itu, saya aja yang goblog.

Oke, sesuai ancer-ancer yang dikasih masnya tadi ternyata yang harus kita cari adalah arah makam, bukan obyek wisata. Setelah sekali kesasar ke tempat yang tanahnya seperti lahan gambut dan beberapa kali menarik perhatian warga sekitar karena tanya sana-sini, akhirnya ketemu juga arah yang benar, benar seperti yang diharapkan. Untung gak tenggelem ke lumpur hisap karena kesasar tadi.

Arah yang benar
Menuju ke arah makam ternyata ramai, di kanan-kiri jalan banyak toko kelontong, serasa ini wisata yang bener. Mobil hanya bisa sampai parkiran yang masih jauh dari lokasi yang dimaksud. Dan sudah banyak parkiran motor disana, namun sesuai arahan masnya tadi bisa kok naik motor sampai pol, sama seperti info di google, sampai nanti ada batas maksimal motor.

Jalan menuju makam

Ternyata seru juga karena saya harus mengendarai motor yang kanan kirinya laut, dengan jalan beton rusak-rusak dengan lebar 1,5 meter. Banyak juga pemuda-pemudi yang menikmati jalan tersebut dengan berjalan kaki. Sebenernya lebih santai jalan kaki walau masih jauh. Nah setelah melalui banyak rintangan dan uji keseimbangan motor, sampailah ke tempat parkir batas maksimal motor.

Taraa sampailah ternyata tempat ya dimaksudkan, yaitu tempat yang kanan kirinya ada hutan mangrove nya. Seger juga hawanya, sore-sore dan banyak sekali pengunjung di situ. Hawanya tambah seger karena banyaknya vegetasi disono. Parkirnya cuma 2000, murah. Motor di parkir di atas semacam bambu-bambu yang sengaja di bikin untuk parkiran, karena dibawahnya air. Sepertinya kanan kirinya emang laut, tapi ternyata enggak dalam. Yah ini sebenarnya kawasan yang dulunya pedesaan tapi terkena erosi, sehingga perlu campur tangan pemerintah untuk nanem mangrove ini di sabuk pantai, dari barat ke timur sepanjang pantura.

Sampai ke tempat yang dimaksud

Banyak banget satwa bangau yang terbang ke sono sini di antara pepohonan bakau. Menarik, suara berkoak burung bangau, hawa segar, pemandangan hijau seakan mengundang manusia untuk berpoto disana. Sangat beda dari perkotaan yang bising, beda dengan suasana pantai yang membosankan. Hanya saja angin pantai yang cukup besar waktu itu.

Satwa dilindungi

Banyak papan larangan di sekitar situ, seperti "dilarang pacaran", "dilarang bergandengan tangan". Aneh ya, padahal kan tergantung pada niat, menurutku bergandeng tangan kan hak asasi, apalagi kalau ibu dan anaknya masa ga boleh. Yah tapi bagus juga sih maksudnya, biar gak banyak yang mesum, karena banyak juga penduduk sekitar situ jadi kudu ngehormatin, apalagi disitu nuansanya makam. Oiya yang lain ada papan tulisannya pakai kamera bayar 25000, tapi kalau kamera hape diperbolehkan. Buset mahal amat sekelas candi borobudur guys, padahal hape kan juga ada yang bagus dan lebih mahal dari kamera poket. Mungkin yang dimaksud kamera-kamera yang profesional itu. Kudunya kamera bayar 25 ribu, bawa i-phone bayar 30 ribu itu baru fear, hehe. Tapi kayanya peraturan ini banyak diabaikan, karena ya kurang masuk akal.

Banyak papan pengumuman lucu

Jika jalan ini diikuti terus, nanti sampai jalan ke arah makam. Karena saya gak bermaksud ziaroh makanya gak terus kesana. Saat itu hari jumat sore entah ada rombongan satu desa berbondong-bondong ziarah ke makam.

Jembatan diatas air

Nah wisata ini sebenarnya ambigu. Ambigunya gimana, wisata yang sebenernya adalah pantai, dan kalau mau tambahan advanture, silakan sewa kapal 100.000 rupiah berpetualang ke hutan mangrove diatas air. Mungkin saya bisa bayangin nuansanya tar mirip petualang ilmuwan di acara National Geographic Channel yang lagi meneliti buaya atau satwa liar, keren.

yang ditawarkan wisata sebenernya gini

Namun karena mahal gitu, jalan menuju makam malah ternyata lebih jadi perhatian yang lebih menarik, dan itu juga didukung masyarakat sekitar karena juga menguntungkan mereka desa nya jadi obyek wisata. Diantara keseruan jalan-jalan diantara air laut tadi, dan menikmati hutan mangrove walaupun di jembatan aja. Bayar 2000 rupiah, murah tapi keren. Wisata ini berpotensi, namun sayangnya membingungkan. Selamat mencoba, hehe.